Risalah Makiyah 22-23

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

صفة اليدين

Pasal sifat kedua tangan Allah

و يؤمنون بما أثبته لنفسه سبحانه من صفة اليدين، كقوله عز وجل:

Dan Ahlus Sunnah wal jama’ah beriman dengan perkara yang Allah telah tetapkan perkara tersebut untuk dirinya yang Maha suci berupa sifat kedua tangannya Allah. Sebagaimana firman Allah:

(بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ) [المائدة: ٦٤]

“tetapi kedua tangan Allah terbuka”[Surat Al Maidah: 64]

وقوله سبحانه: (يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ) [الفتح: ١٠]

Allah berfirman: “Tangan Allah di atas tangan mereka”[Surat Al Fath: 10]

وقوله سبحانه: (مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا)

Allah berfirman: “Kami ciptakan dengan tangan Kami” [Surat Ya-Seen 71]

ولا تنافي بين الإفراد، والتثنية، والجمع،لدلالة السياق،

Dan tidak ada perbedaan dan pertentangan antara sifat Allah yang disebutkan secara tunggal, dan disebutkan secara ganda maupun disebutkan secara Jamak. Berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh konteks kalimat

ويبين ذلك قول النبي صلى الله عليه وسلم: (وكلتا يديه يمين)(١)،

dan yang menjelaskan hal itu adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: dan kedua tangan Allah adalah kanan(1)

وقوله صلى الله عليه وسلم:(بيده الميزان)(٢)

dan juga sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: di tangan Allah ada timbangan amalan.(2)

وإقراره الحبر اليهودي الذي قال:(يا محمد-أو يا أبا القاسم- إن الله تعالى يمسك السماوات يوم القيامة على إصبع، والأرضين على إصبع، والجبال والشجر على إصبع، والماء والثرى على إصبع، وسائر الخلق على إصبع، ثم يهزهن، فيقول: أنا الملك، أنا الملك، فضحك رسول الله صلى الله عليه وسلم تعجبا مما قال الحبر، تصديقا له، ثم قرأ: (وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ)[الزمر: ٦٧] (٣)

Dan penetapan Nabi shallallahu alaihi wasallam terhadap seorang pendeta Yahudi yang pernah mengatakan dihadapan Nabi: Wahai Muhammad – atau Wahai Abu Qasim- sesungguhnya Allah memegang langit pada hari kiamat di satu jarinya, dan memegang bumi diatas satu jarinya. Dan memegang gunung-gunung dan pohon-pohon diatas satu jarinya. Memegang air dan tanah diatas satu jarinya dan memegang seluruh makhluk diatas satu jarinya. Kemudian Allah menggoncangkan semya yang ada di jarinya dan berfirman: Aku adalah Raja dan penguasa, aku adalah raja dan penguasa. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam tertawa terheran-heran dari yang dikatakan oleh pendeta yahudi, Nabi membenarkan pendeta yahudi tersebut kemudian membaca: “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” [Surat Az-Zumar 67](3)
________

(١) رواه مسلم(١٨٢٧)

(1) riwayat Muslim(1827)

(٢)رواه البخاري(٤٤٠٧)

(2) riwayat Bukhari (4407)

(٣) رواه البخاري(٤٥٣٣)، ومسلم(٢٧٨٦)،واللفظ له، والآية في الزمر(٦٧)

(3) riwayat Bukhari (4533), Muslim (2786), dan ayat surar Az Zumar(67)

Risalah Makiyah 24

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

صفة العينين

Sifat kedua mata bagi Allah

ويؤمنون بما أثبت لنفسه سبحانه من صفة العينين،

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) beriman dengan perkara yang Allah tetapkan untuk dirinya berupa sifat kedua mata

كما في قوله عز وجل: (وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي)[طه: ٣٩]

Sebagaimana firman Allah: “dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,” [Surat Ta-Ha 39]

وقوله: (وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا)[هود: ٣٧]

Dan Allah berfirman: “Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan kami” [Surat Hud 37]

وقوله: (فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا)[المؤمنين: ٢٧]

Dan firman Allah: “Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penglihatan kami” [Surat Al-Mu’minun 27]

وقوله: (وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ )[الطور: ٤٨]

Dan Allah berfirman: “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami,” [Surat At-Tur 48]

وبيَّن ذلك قول النبي صلى الله عليه وسلم: إنَّ الله ليس بأعور – وأشار بيده إلى عينه – وإن المسيح الدجال أعور العين اليمنى(١)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan hal itu (tentang kedua mata bagi Allah) dalam sabdanya : sesungguhnya Allah tidak buta sebelah -sambil beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke matanya- ‘dan bahwasanya al masih addajjal buta sebelah kanan, (1)

فأثبت له النبي صلى الله عليه وسلم صفة العينين على ما يليق بجلاله سبحانه وتعالى

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam telah menetapkan sifat kedua mata bagi Allah sesuai dengan keagungan Allah

_______

(١) رواه البخاري(٧٤٠٧) واللفظ له، ومسلم(١٦٩)

(1) riwayat Bukhari(7407) dan lafadz ini milik Bukhari, dan Muslim (169)

Risalah Makiyah 25

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

صفة القدمين

Sifat kedua telapak kaki Allah

ويؤمنون بما أثبته له نبيه صلى الله عليه وسلم من صفة القدم والرجل،

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) beriman dengan apa saja yang ditetapkan untuk Allah oleh Nabinya shallallahu alaihi wasallam berupa sifat telapak kaki Allah.

كما في قوله: حتى يضع الله_ تبارك وتعالى_ رجله(١)

Sebagaimana sabda Nabi: hingga Allah meletakkan kakinya(1)

وفي رواية: حتى يضع فيها رب العزة تبارك وتعالى قدمه(٢)

Dan dalam riwayat yang lain: hingga Rabb yang memiliki keperkasaan meletakkan telapak kakinya di dalam neraka(2)

ولفظ الرجل يطلق ويراد به القدم.

Dan lafadzh kakk biasa diucapkan namun yang dimaksudkan adalah telapak kaki.

وقال ابن عباس رضي الله عنهما: الكرسي موضع القدمين(٣)

Dan Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata : kursi Allah adalah tempat kedua telapak kaki Allah

________

(١) رواه البخاري(٤٥٦٩) ومسلم (٢٨٤٦)

(1) riwayat Bukhari(4569), dan Muslim(2846)

(٢) رواه البخاري(٦٩٤٩) ومسلم(٢٨٤٦)،(٢٨٤٨)

(2) riwayat Bukhari(6949), dan Muslim(2846),(2848)

(٣) أخرجه الدارقطني في الصفات(٣٠/١، رقم ٣٦)، وصححه الإمام الألباني رحمه الله في [مختصر العلو ص ٧٥] وفي [تخريج الطحاوية ص ٣١١]

(3) dikeluarkan oleh Daruquthni dalam Ash Shifat (1/30, nomor 36), dan dishahihkan oleh Imam Al Albani Rahimahullah dalam [mukhtashor al uluw, halaman 75] dan dalam [takhrij Ath Thahawiyah halaman 311]

Risalah Makiyah 27

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
صفة السمع

Sifat mendengar bagi Allah

ويثبتون السمع كما في قوله عز وجل: (قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ)[المجادلة : ١]

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) menetapkan sifat mendengar bagi Allah. Sebagaimana firmannya: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya”

[Surat Al-Mujadila 1]

وقوله(وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ)[الشورى: ١١]

Dan firman Allah: “dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” [Surat Ash-Shura 11]

وقوله عز وجل: (إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَىٰ)[طه: ٤٦]

Dan firman Allah: “sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”[Surat Ta-Ha 46]

والآيات في ذلك كثيرة معلومة.

Dan ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal itu sangat banyak dan sudah diketahui

وقول عائشة رضي الله عنها: الحمد لله الذي وسع سمعه الأصوات(١)

Dan perkataan Aisyah radhiyallahu anha: segala puji hanya bagi Allah yang meliputi semua suara(1)

______

(١) رواه البخاري تعليقا في باب قول الله تعالى: وكان الله سميعًا بصيرًا(٢٦٨٩/٦)

(1) riwayat Bukhari secara mualaq dalam bab Firman Allah: sesungguhnya Allah maha mendengar dan maha melihat(2/2689)

Risalah Makiyah 26

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
صفة الساق

Sifat betis bagi Allah

ويؤمنون بصفة الساق كما قوله تعالى: (يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ)[القلم: ٤٢]

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) beriman dengan sifat betisnya Allah sebagaimana firman Allah: “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa” [Surat Al-Qalam 42]

وقوله صلى الله عليه وسلم: فيكشف عن ساقه(١) ،

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: maka kemudian Allah menyingkap betisNya(1)

وهم مع ذلك ينزهونه عن مماثلته خلقه،

Maka mereka (Ahlus Sunnah) bersamaan dengan hal itu mensucikan Allah dari menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya

لقوله سبحانه: (لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ)[الشورى: ١١]

Berdasarkan firman Allah: Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.[Surat Ash-Shura 11]
______

(١) رواه البخاري(٧٠٠١) و مسلم(١٨٣) بلفظ: فيكسف عن ساق

(1) riwayat Bukhari(7001) dan muslimah (183) dengan lafadzh : maka kemudian akan dibuka betisnya Allah

Risalah Makiyah 28

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
إثبات الصورة

Penetapan tentang wajah bagi Allah

ويثبتون الصورة التي نطق بها النبي صلى الله عليه وسلم بقوله: أتاني ربي في أحسن صورة(١)

Maka Ahlus Sunnah wal jama’ah menetapkan wajah bagi Allah yang telah disampaikan oleh Nabinya shallallahu alaihi wasallam: Rabbku telah mendatangi diriku dalam wajah yang sebaik-baik wajah(1)

. وقوله صلى الله عليه وسلم: فيأتيهم الله في الصورة التي يعرفون، أنا ربكم، فيقولون: أنت ربنا فيتبعونه(٢)

Dan sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: maka Allah kelak akan mendatangi mereka dalam wajah yang mereka kenali, maka Allah berfirman: Aku adalah Tuhan kalian, maka mereka mengatakan: Engkau Tuhan kami, maka kemudian semua makhluk-Nya mengikuti Allah.(2)

تثبت على مراد الله عزوجل ومراد رسول الله صلى الله عليه وسلم، ولا يقال كيف

Sifat ini ditetapkan sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah dan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan tidak boleh dikatakan bagaimana wajahnya Allah.

_____

(١) أخرجه الإمام أحمد(٣٤٨٤)، والترمذي(٣٢٣٣) وغيرهما، وصححه الإمام الألباني رحمه الله في [صحيح الترمدي: ٢٥٨٠، وظلال الجنة: ٣٨٨]

(1) dikeluarkan oleh Imam Ahmad(3484), Tirmidzi(3233), dan selain mereka berdua, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Tirmidzi: 2580 dan Dzilalil Jannah: 388

(٢) رواه البخاري(٦٢٠٤)، ومسلم(١٨٢)

(2) riwayat Bukhari(6204) dan Muslim(182)

Risalah Makiyah 29-30

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

إثبات رؤية المؤمنين لله عزوجل

Penetapan bahwa orang-orang mukmin akan melihat Allah

ويؤمنون بالرؤية، أي رؤية المؤمنين لربهم في الآخرة، كما في قوله عز وجل: (وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ) (إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ)[القيامة: ٢٢-٢٣]

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) beriman dengan melihat, maksudnya orang-orang mukmin melihat kepada Allah di hari kiamat. Sebagaimana dalam firman Allah: “Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” [Surat Al-Qiyamah 22-23]

وقوله: (لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ )[يونس:٢٦]

Dan firman Allah: “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” [Surat Yunus 26]

وفسرها النبي صلى الله عليه وسلم بالنظر إلى وجه الله الكريم.

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam menafsirkan yang dimaksud dengan tambahan adalah orang-orang beriman diberi kenikmatan melihat wajahnya Allah yang Maha Mulia.

ويحجب الكفار عن رؤيته، كما في قوله: (كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ)[المطففين: ١٥]

Dan orang-orang kafir terhalangi dari melihat Allah, sebagaimana firman Allah:”Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.”[Surat Al-Mutaffifin 15]

فدلت على عدم حجب المؤمنين.

Maka ayat imi menjelaskan bahwasanya tidak dihalanginya orang-orang beriman melihat Allah.

ومن السنة ما ثبت في الصحيحين من حديث جرير بن عبد الله الجلي رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إنكم سترون ربكم، كما ترون هذا القمر، لا تضامون رؤيته(١)

Dan di dalam Sunnah adalah apa yang telah tetap dalam dua kitab shahih(Bukhari Muslim) dari hadits Jarir bin Abdillah Al Jali radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabdab sesungguhnya kalian akan melihat wajah Tuhan kalian, sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihatnya(1)

ولما ثبت في صحيح مسلم من قوله صلى الله عليه وسلم: فيكشف الحجاب، فما أعطوا شيئا أحب إليهم من النظر إلى ربهم عزوجل(٢).

Dan telah tetap dalam shohih Muslim dari sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: maka pada saat itu Allah akan membuka hijabnya, maka tidak ada sesuatu yang diberikan kepada mereka yang lebih mereka cintai dibandingkan melihat kepada Rabb mereka yang Maha perkasa dan Maha Agung(2)

والأحاديث في ذلك كثيرة.

Dan Hadits-hadits tentang hal itu sangat banyak

أما قوله عز وجل: (لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ)[الأنعام: ١٠٣]

Adapun firman Allah: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan” [Surat Al-An’am 103]

فالإدراك غير الرؤية، وكذلك الإحاطة، كما في قوله عز وجل: (وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا)[طه: ١١٠]

Maka yang dimaksud dengan dicapai bukanlah melihat, demikian juga meliputi, sebagaimana firman Allah: “sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.” [Surat Ta-Ha 110]

وفسر أيضاً بأن ذلك ممتنع في الدنيا، كما قال الله عز وجل لموسى: (لَن تَرَىنِي) [الأعراف: ١٤٣]

Dan ditafsirkan juga bahwa itu terhalang melihat Allah di dunia, sebagaimana firman Allah kepada Musa: “engkau tidak akan mampu melihatku”.[Al A’raf:143]

أي: في الدنيا، أما في الآخرة فقد أثبته الله عزوجل وأثبته نبيه صلى الله عليه وسلم.

Artinya: melihat Allah di dunia, adapun melihat Allah di akhirat maka sungguh telah ditetapkan Allah dan telah ditetapkan Nabinya shallallahu alaihi wasallam.

______

(١) رواه البخاري(٥٢٩)، ومسلم(٦٣٣)

(1) riwayat Bukhari(529), Muslim(633)

(٢) رواه مسلم(١٨١)

(2) riwayat Muslim(181)

Risalah Makiyah 31-32

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

صفة النفس

Sifat Dirinya Allah

ويؤمنون بقوله عزوجل: (تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ)[المائدة: ١١٦]

Dan mereka Ahlus Sunnah wal jama’ah beriman dengan firman Allah : “Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.” [Surat Al-Ma’idah 116]

ويؤمنون برضاه، وغضبه، وحبه، وبغضه، وسخطه على أعدائه،

Dan mereka Ahlus Sunnah wal jama’ah beriman dengan sifat ridhonya Allah, sifat murka bagi Allah, sifat cinta bagi Allah, sifat benci bagi Allah dan sifat marahnya Allah atas musuh-musuhNya.

كما قال سبحانه: (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ)[محمد : ٢٨]

Sebagaimana firman Allah: “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.” [Surat Muhammad 28]

وقوله عز وجل: (وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ)[الأنفال: ٣٠]

Dan firman Allah : “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu.” [Surat Al-Anfal 30]

وقوله عز وجل : (إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا) (وَأَكِيدُ كَيْدًا)[الطارق: ١٥-١٦]

Dan firman Allah : “Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.”  [Surat At-Tariq 15-16]

وقوله عزوجل : (فَلَمَّا آسَفُونَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ)[الزخرف: ٥٥]

Dan firman Allah: “Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka.”[Surat Az-Zukhruf 55]

وقوله عزوجل: (وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ)[الرعد: ١٣]

Dan firman Allah: “dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya”[Surat Ar-Ra’d 13]

كل هذا حق حقيقته لا سؤول ولا يصوف عن ظاهرة، بل يثبت له سبحانه وتعالي كما أثبته لنفسه تعالى وتقدس عن النظراء والأشباه

Kesemua ini adalah benar secara hakikatnya. Tidak boleh ayat yang menjelaskan tentang sifat-sifat Allah tersebut diberi makna dengan makna yang batil, dan tidak pula dipalingkan dari dhohir ayatnya, bahkan ditetapkan untuk Allah sebagaimana Allah tetapkan hal itu untuk dirinya yang maha tinggi dsn Maha suci dari tandingan-tandingan dan hal-hal yang menyerupai Allah.