Risalah Makiyah 17-19

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

فصل صفة الكلام

Pasal sifat berbicara bagi Allah.

ومن عقيدة الموحدين أنهم يؤمنون بملامه، وأن القرآن كلامه غير مخلوق، منه نزل وإليه يعود، ويثبتون صفة كلام الله عزوجل، وأنه يتكلم إذا شاء ومتى شاء وكيف شاء بصوت مسموع كما في قوله عز وجل:

Dan diantara aqidah ahli tauhid bahwasanya mereka beriman dengan sifat berbicaranya Allah, dan sesungguhnya Al Qur’an firmannya Allah dan bukan makhluk, dari Allah-lah Al Qur’an itu turun dan hanya kepada Allah Al Qur’an itu akan kembali, dan mereka (Ahli tauhid) juga menetapkan sifat berbicara hanya bagi Allah, dan bahwa Allah Maha Berbicara apabila Allah menghendaki, dan kapan Allah kehendaki, dan bagaimana yang Allah kehendaki, dengan suara yang bisa didengar. Sebagaimana firman Allah:

(وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا) [النساء: ١٦٤]

“Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.” [Surat An Nisa: 164]

وقوله عز وجل: (وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ) [الأعراف: ١٤٣]

“dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya,” [Surat Al A’raf : 143]

وقوله عز وجل: (قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا)[الكهف: ١٠٩]

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. [Surat Al-Kahf 109]

وقوله عز وجل: (وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ)[لقمان: ٢٧]

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Surat Luqman 27]

وأنه يكلم من شاء من خلقه، كما أخبر عنه النبي صلى الله عليه وسلم بقوله: ما منكم من أحد إلا سيكلمه ربه، ليس بينه وبينه ترجمان، ولا حجاب يحجبه(١)

Dan bahwa Allah berbicara kepada siapa saja yang Allah kehendaki dari makhluknya, sebagaimana Nabi telah mengabarkan tentangnya, dengan sabda beliau: tidak ada diantara kalian seorang pun juga kecuali akan berbicara kepada Rabbnya, tidak ada diantara dia dan Allah penerjemah dan tidak ada penghalang yang menutupi dirinya dengan Allah(1)

وقوله لجابر بن عبد الله رضي الله عنهما: أفلا أبشرك بما لقي الله به أباك؟ قال: بلى يا رسول الله. قال: ما كلم الله أحدا قط إلا من وراء حجاب، وأحيا أباك فكلمه كفاحا. فقال: يا عبدي تمن علي أعطك. قال: يا رب تحييني فأقتل فيك ثانية. قال الرب عز وجل: إنه قد سبق مني أنهم إليها لا يرجعون(٢)

Dan sabda Nabi kepada Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhuma : maukah aku beritahukan sebuah kabar gembira dengan sesuatu yang Allah kelak akan menjumpai ayahmu? Jabir menjawab: mau ya Rasulullah. Nabi bersabda: tidaklah Allah berbicara kepada seorangpun sama sekali kecuali dari belakang tirai, maka nanti pada hari kiamat Allah akan menghidupkan ayahmu, maka Allah berbicara dengan ayahmu dengan berhadapan. Maka Allah berfirman: Wahai hambaku, berharaplah kepadaku Aku akan memberi apa yang kau harapkan. Abdullah berkata: wahai Tuhanku, hidupkanlah aku kembali agar aku bisa terbunuh di jalanmu untuk kedua kali. Allah berfirman: sesungguhnya telah berlalu keputusan dariku bahwasanya mereka tidak akan dikembalikan di dunia(2)

وقوله صلى الله عليه وسلم: يحشر الله العباد، فيناديهم بصوت يسمعه من بعد كما يسمعه من قرب: أنا الملك، أنا الديان(٣)

Dan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: Allah jelak akan mengumpulkan semua hambanya kemudian Allah memanggil mereka dengan suara yang bisa mendengar suaranya Allah siapa yang jauh sebagaimana juga bisa mendengar siapa yang dekat. Dan berfirman: Aku adalah raja, aku adalah hakim yang mengadili dan yang memberikan ganjaran.
_______

(١) رواه البخاري(٧٠٠٥) وللفظ له، ومسلم(١٠١٦)

(1) riwayat Bukhari (7005) dan lafadznya, dan Muslim (1016)

(٢) رواه الترمذي(٣٠١٠)، وابن  ماجه(١٩٠)،وصححه الإمام الألباني رحمه الله في صحيح الجامع(٧٩٠٥)

(2) riwayat Tirmidzi (3010), Ibnu Majah(190), dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ (7905)

(٣) أخرجه الإمام أحمد(١٦،٨٥)، والطبرني في مجمع الزوائد (١٣٣/١) وعلقه البخاري في صحيحه (٢٧١٩/٦) ووصله في أفعال العباد (ص ٨٩)، وفي الادب المفرد(٩٧٠) وصححه الإمام الألباني رحمه الله في ظلال الجنة في تخريج السنة(رقم ٥١٤)

(3) dikeluarkan oleh Imam Ahmad (16, 85) ath thabrani dalam majmu’ az zawaid (1/133), Bukhari dalam Shahih nya (6/2719) dan (halaman 89), dan dalam adabul mufrad (970) dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam dzilali jannah fii takriji assannah (nomor 514)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *