Risalah Makiyah 12-14

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
فصل صفة الاستواء

Pasal Sifat Istiwa
ومن عقيدة الموحدين أنهم يؤمنون باستوائه على عرشه استواءً يليق بجلاله

Diantara akidah para ahli tauhid bahwasanya mereka beriman dengan sifat istiwa Allah diatas arsyNya dengan sifat istiwa yang sesuai dengan keagungannya.

كما جاء عن سلف هذه الأمة من الصحابة والتابعين وتابعيهم بإحسان،

Sebagaimana telah datang dari para pendahulu umat ini dari kalangan para sahabat, tabi’in, dan pengikutnya para tabi’in yang mengikuti dengan baik.

أن الاستواء معلوم، والكيف مجهول، والإيمان به واجب، والسؤال عن الكيف بدعة.

Bahwasanya istiwa’ nya Allah adalah sudah diketahui. Dan bagaimana tata cara istiwa Allah tidaklah diketahui, beriman dengan istiwa Allah adalah wajib, dan bertanya tentang bagaimana tata cara istiwa Allah adalah sesuatu yang diada-adakan.

وأدلتهم كثيرة في كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، فمن ذلك قول الله عز وجل: (الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ)[طه:٥]

Dan dalil-dalil mereka (para ahli tauhid) sangat banyak yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka diantara Dalilnya adalah firman Allah: “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy.” [Surat Ta-Ha 5]

وقال سبحانه وتعالى: (إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ)[الأعراف:٥٤، يونس:٣]

Allah berfirman: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy” [Surat Al-A’raf 54, Yunus 3]

وقال سبحانه وتعالى: (اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ )[الرعد: ٢]

Allah berfirman : “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy,” [Surat Ar-Ra’d 2]

وقال سبحانه وتعالى: (الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ الرَّحْمَٰنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا)[الفرقان: ٥٩]

Allah berfirman: “Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.” [Surat Al-Furqan 59]

وقال سبحانه وتعالى: (اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ )[السجدة: ٤]

Allah berfirman: “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.”[Surat As-Sajdah 4]

وقال سبحانه وتعالى: (هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ )

Allah berfirman: “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” [Surat Al-Hadid 4]

وقول النبي صلى الله عليه وسلم:، اهتزَّ عرش الرَّحمن لموت سعد بن معاذ(١).

Perkataan Nabi shallallahu alaihi wasallam: bergetar arsy Allah disebabkan kematian Sa’ad bin Muadz(1)

وقوله صلى الله عليه وسلم: فإذا سألتم الله فاسألوه الفردوس فإنَّه أوسط الجنَّة وأعلى الجنة أراه فوقه عرش الرحمن ومنه تفجر أنهار الجنة.

قال محمد بن فليح عن أبيه: وفوقه عرش الرحمن(٢)

Perkataan Nabi shallallahu alaihi wasallam: maka apabila kalian meminta kepada Allah maka mintalah kepada Allah surga Firdaus, karena sesungguhnya surga Firdaus adalah surga yang paling utama dan paling luas. Dan surga yang paling tinggi, aku diperlihatkan surga Firdaus diatas surgs Firdaus adalah Arsy Ar Rahman, dari surga Firdaus mengalir sungai-sungai surga.

Muhammad bin Fulaih berkata dari Fulaih: diatas surga Firdaus adalah Arsy Allah(2)

وقال ابن عباس رضي الله عنهما: الكرسي موضع القدمين، والعرش لا يقدر أحد قدره(٣)

Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata: Kursi Allah adalah tempatnya kedua tapak kaki Allah, sedangkan Arsy Allah tidak ada seorangpun yang mengetahui kebesarannya(3)

______

(١) رواه البخاري (٣٥٩٢) ومسلم (٢٤٦٦)

(1) riwayat Bukhari (3592) Muslim (2466)

(٢) رواه البخاري (٦٩٨٧)

(2) riwayat Bukhari (6987)

(٣) أخرجه الحاكم في [المتدرك رقم ٣١١٦]، وصححه الإمام الألباني رحمه الله موقوفًا في العقيدة الطحاوية (٣١١/١)

(3) dikeluarkan oleh Al Hakim dala Mustadrak no. 3116, dishahihkan oleh Imam Al Albani Rahimahullah secara mauquf dalam Aqidah Thahawiyah(1/311)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *