Risalah Makiyah 10-11

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
فصل في العلو

Pasal : Kemahatinggian Allah

فيؤ منون بعلوه سبحانه وتعالى على خلقه كما أخبر عن نفسه في آيات كثيرة كقوله عز وجل: (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى)[الأعلى:١]

Maka para salaf terdahulu beriman tentang kemahatinggian Allah atas seluruh makhluk-Nya sebagaimana Allah mengkabarkan tentang dirinya dalam ayat-ayat yang banyak seperti firman Allah: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,[Surat Al-A’la 1]

وقوله: (وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ) [البقرة : ٢٥٥]

Allah berfirman : “dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” [Surat Al Baqarah: 255]

وقوله: (إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ) [فاطر: ١٠]

Allah berfirman: “Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik.” [Surat Fatir: 10]

وقوله عز وجل: (تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ)

Dan firman Allah: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan-Nya.” [Surat Al-Ma’arij 4]

والآيات في كثيرة حتى قيل: في القرآن ألف آية تدل على علو الله عزوجل على خلقه

Dan ayat-ayat Al Qur’an yang banyak sampai dikatakan oleh sebagian ulama : di dalam Al Qur’an ada 1000 ayat yang menunjukkan atas kemahatinggian Allah diatas seluruh makhluk-Nya.

وقال النبي صلى الله عليه وسلم للجارية: أين الله؟ قالت: في السماء، قال: من أنا؟، قالت: أنت رسول الله. قال: أعتقها فإنَّها مؤمنة. (١)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepada seorang budak wanita: dimana Allah? Budak wanita menjawab: diatas langit, beliau bertanya: siapa saya? Budak wanita menjawab: engkau utusan Allah, Rasulullah bersabda: bebaskan dia karena sesungguhnya dia adalah seorang mukminah(1)

وقول زينب رضي الله عنها: زوجكن أهاليكن وزوجني الله تعالى من فوق سبع سموات(٢)

Zainab radhiyallahu anha berkata: kalian dinikahkan dengan wali-wali kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah yang Maha Tinggi diatas langit ketujuh(2)

وعن سمرة بن جندب رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أتي بقصعة من ثريد فوضعت بين يدي القوم فتعاقبوها إلى الظهور من غدوة يقوم قوم ويجلس آخرون، فقال رجل لسمرة: أكان يمد؟ فقال سمرة: من أي شيء تتعجب؟ ما كان يمد إلا من ههنا، وأشار بيده إلى السماء.(٣)

Dan dari Samuroh bin Jundub radhiyallahu anhu bercerita : “bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah didatangkan kepada beliau suatu wadah tempat makanan yang terdapat makanan dari roti yang dicampur daging serta diberi kuah, maka nampan itu diletakkan di depan para sahabat maka mereka bergantian menikmati makanan tersebut dari waktu pagi hingga waktu dhuhur. Berdiri suatu kaum dan duduk kaum yang lain (bergantian makan). Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Samuroh: apakah itu tetap seperti itu (turun diberi makanan)? Samuroh berkata: dari sesuatu apakah kamu heran? Tidaklah itu diberikan Allah kecuali arah sana, dan Samuroh mengisyaratkan jarinya kelangit(3)

_________

(١) رواه مسلم (٥٣٧، ١٢٢٧)

(1) riwayat Muslim (537,1227)

(٢) رواه البخاري (٧٤٢٠)

(2) riwayat Bukhari (7420)

(٣) رواه الترمذي (٣٦٢٥) وابن حبان(٦٤٩٥) والدارمي(٥٦) واللفظ لهما وصححه الإمام الألباني رحمه الله في [المشكاة رقم ٥٩٢٨]

(3) riwayat Tirmidzi(3625) dan Ibnj Hibban(6495) dan Ad Darimi(56) dan lafadz dari keduanya dan dishahihkan Imam Al Albani dalam [Al Misykat nomor 5928]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *