Ringkasan hukum-hukum puasa ramadhan 17-18

ebook kitab

pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

من أحكام الصيام للمريض والمسافر

Diantara hukum-hukum berpuasa bagi orang yang sakit dan orang yang bepergian

١ –  أن المسافر في شهر رمضان يجوز له أن يفطر مدة سفره. ثم يقضي عدة الأيام التي أفطرها، لقول الله تعالى:

1.  Bahwasanya orang yang bepergian jauh di bulan ramadhan diperbolehkan baginya untuk berbuka selama safar nya,  kemudian dia mengganti bilangan hari-hari yang dia telah berbuka di hari-hari tersebut. Berdasarkan firman Allah :

(فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ وَمَنْ كَانَ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۗ )[البقرة : ١٨٥]

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain.”[Surat Al-Baqarah 185]

٢ –  أن المسافر الصائم في شهر رمضان مخير بين الصيام والإفطار، وذلك مع القضاء، لما ثبت في الصحيحين من حديث عائشة رضي الله عنها أن حمزة بن عمرو الأسلمي قال للنبي صلى الله عليه وسلم: أأصوم في السفر؟ وكان كثير الصيام-، فقال: إنشئت فصم، وإن شئت فأفطر(١).

2. Bahwasanya seorang musafir yang sedang berpuasa di dalam bulan ramadhan dia diberikan pilihan antara berpuasa atau berbuka, dan hal itu bersama dengan mengqodho’. Hal itu berdasarkan yang telah tetap dari 2 kitab shahih (Bukhari Muslim) dari hadits Aisyah radhiyallahu anha bahwasanya Hamzah bin  Amr Al Aslami bertanya kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam: apakah aku tetap berpuasa ketika safar? Dan dia adalah orang yang terkenal banyak berpuasa -, maka Nabi bersabda: jika kamu mau maka puasalah dan jika kamu mau maka berbukalah(1)

٣ – أن المريض يجوز له أن يفطر في نهار رمضان، ويقضي الأيام التي أفطرها، وكذا الحمل والمرضع إذا خافتا على نفسيهما، أو على ولديهما تفطران، وتقضيان،لأنهما في حكم المريض، لقول الله تعالى:

3. Bahwasanya orang yang sakit diperkenankan baginya untuk berbuka di siang hari bulan ramadhan, namun wajib bagi dia mengganti puasa di hari-hari dimana dia berbuka. Demikian juga wanita yang hamil dan menyusui apabila keduanya khawatir atas diri mereka berdua atau khawatir atas anak keduanya, maka keduanya boleh berbuka dan keduanya wajib mengqodho’. Karena mereka berdua dihukumi sebagaimana hukum orang yang sakit. Berdasarkan firman Allah:

(فَمَنْ كَانَ مِنْكُمْ مَرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ )[البقرة: ١٨٤]

“Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain.”[Surat Al-Baqarah 184]

والمرض المبيح للفطر هو: الشديد الذي يزيد بالصوم أو يخشي تباطؤ برئه(٢)

Dan penyakit yang membolehkan untuk berbuka adalah penyakit yang sangat parah yang bisa bertambah parah dengan berpuasa atau dikhawatirkan menjadi lama kesembuhannya dengan dia berpuasa.(2)

وأجمع أهل العلم على إباحة الفطر للمريض في الجملة، لقول الله تعالى:

Dan para ulama telah bersepakat atas dibolehkannya berbuka bagi orang yang sakit secara umum. Berdasarkan firman Allah:

(وَمَا جَعَلَ عَلَيْكُمْ فِي الدِّينِ مِنْ حَرَجٍ)[الحج: ٧٨]

“Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan.”[Surat Al-Hajj 78]

بخلاف المرض الخفيف الذي يشق معه الصوم، ولا أثر للصوم فيه فإنه لا يبيح الفطر، ويجب عليه الصوم لدخوله في عموم قوله تعالى:

Ini berbeda dengan penyakit yang ringan yang menjadi berat bersamanya berpuasa, dan tidak ada pengaruh untuk puasa di dalamnya. Maka penyakit yang ringan ini tidak membolehkan berbuka. Bahkan wajib atasnya berpuasa karena dia telah masuk dalam keumuman firman Allah:

(فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۖ)[البقرة : ١٨٥]

“Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, “[Surat Al-Baqarah 185]
_____

(١) أخرجه البخاري: كتاب الصوم، باب الصوم في السفر والإفطار، رقم (١٩٤٣)،ومسلم: كتاب الصيام، باب التخيير في الصوم والفطر في السفر، رقم (١١٢١).

(1) riwayat Bukhari: Kitab puasa, bab puasa dan berbuka saat safar, nomor (1943), Muslim : Kitab puasa, bab pilihan antara berbuka atau berpuasa saat safar, nomor (1121).

(٢) انظر المغني لابن قدامة(١٥٥/٣)

(2) lihat Al Mughni oleh Ibnu Qudamah (3/155)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *