Ringkasan hukum-hukum puasa ramadhan 12-13

ebook kitab

pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

مفطرات الصيام

Pembatal-pembatal puasa

١ –  الأكل والشرب، وذلك بعد تبين الفجر الثاني، فمن أكل، أو شرب مختارًا ذاكرا لصومه من غير عذر، فسد صومه، وعليه الوعيد الشديد

1. Makan dan minum. Dan hal itu adalah setelah jelasnya fajar yang kedua (fajar shodiq), barangsiapa makan atau minum dan hal itu dilakukan menurut pilihannya sendiri (bukan dipaksa) dan dalam keadaan ingat tentang puasanya dengan tidak adanya udzur maka akan rusaklah puasanya. Dan baginya ancaman yang sangat berat.

لقول الله تعالى:

Berdasarkan firman Allah:

(وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ ۖ ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ ۚ )[البقرة: ١٨]

dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, [Surat Al-Baqarah 187]

وعليه قضاء ذلك اليوم مع التوبة الصادقة والندم والإقلاع.

Maka wajib atasnya mengqodho’ hari dimana dia makan dan minum disertai dengan taubat yang sebenarnya dan disertai dengan penyesalan dan disertai dengan tidak akan mengulangi perbuatannya di kemudian hari.

٢ – من جامع أهله  في نهار رمضان، وهو صائم بطل صومه، هذا إذا كان عامدا عالما، ويجب عليه قضاء ذلك اليوم والتوبة النصوح مع الندم والإقلاع، ووجب عليه مع ذلك الكفارة، وهي عتق رقبة فإن لم يجد صام شهرين متتابعين، فإن لم يستطع أطعم ستين مسكينا،

2. Siapa saja yang mendatangi istrinya di siang hari ramadhan. Dan dia sedang berpuasa maka batallah puasanya, hal ini disyaratkan apabila orang itu dalam keadaan sengaja dan tahu hukumnya. Dan wajib bagi dirinya qodho’ pada hari itu kemudian taubat dengan sebenarnya disertai dengan penyesalan dan tidak akan mengulangi di kemudian hari. Dan wajib baginya bersamaan dengan apa yang disebutkan tadi untuk membayar kafarot. Kafarotnya adalah membebaskan seorang budak, dan apabila tidak menemukan budak untuk dimerdekakan maka dia wajib berpuasa 2 bulan berturut-turut dan apabila tidak mampu wajib baginya untuk memberi makan 60 orang miskin.

لما ثبت في الصحيحين من حديث أبي هريرة رضي الله عنه قال: بينما نحن جلوس عند النبي صلى الله عليه وسلم، إذ جاءه رجل فقال: يا رسول الله هلكت. قال: (مالك؟) – ولفظ مسلم قال: (وما أهلكك؟) – قال: وقعت على امرأتي وأنا صائم – لفظ مسلم: وقعت على امرأتي في رمضان -،

Hal itu berdasarkan yang telah tetap dari 2 kitab shahih (Bukhari Muslim) dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu berkata: ketika kami sedang duduk disisi Nabi shallallahu alaihi wasallam tiba-tiba datanglah laki-laki menemui Nabi dan berkata: Wahai Rasulullah telah binasa diriku, Nabi bertanya: (ada apa denganmu?) – dalam riwayat Muslim beliau bertanya: (apa yang telah membinasakan dirimu?) – laki-laki tersebut mengatakan: aku jatuh diatas istriku sedangkan aku berpuasa. – dalam riwayat Muslim laki-laki tersebut mengatakan: aku jatuh diatas istriku di bulan ramadhan -,

فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم: (هل تجد رقبة تعتقها؟) قال: لا، قال: (فهل تستطيع أن تصوم شهرين متتابعين)، قال: لا، فقال: (فهل تجد إطعام ستين مسكينا)، قال: لا،

maka Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata: (apakah kamu memiliki budak yang bisa kamu bebaskan?) Laki-laki tersebut mengatakan: tidak, Nabi mengatakan: (apakah kamu mampu berpuasa 2 bulan berturut-turut?) Laki-laki tersebut mengatakan: tidak, Nabi mengatakan: (apakah kamu mendapatkan makanan yang bisa kamu berikan kepada 60 orang miskin?) Laki-laki tersebut mengatakan: tidak.

قال: فمكت النبي صلى الله عليه وسلم، فبينا نحن على ذلك أتي النبي صلى الله عليه وسلم بعرق فيها تمر – والعرق المكتل – قال: (أين السائل؟) فقال: أنا، قال: (هذها، فتصدق به،)

Abu Hurairah mengatakan: kemudian Nabi shallallahu alaihi wasallam terdiam, ketika kami dalam keadaan demikian didatangkan kepada Nabi shallallahu alaihi wasallam sekeranjang kurma kering – yang dimaksud adalah sesuatu yang digunakan untuk menakar – Nabi berkata: dimanakah orang yang bertanya tadi? Laki-laki tersebut menjawab: saya wahai Rasulullah. Nabi mengatakan : ambillah ini dan bersedekahlah dengan kurma  ini.

فقال الرجل: أعلى أفقر مني يا رسول الله؟ فو الله ما بين لا بتيها – يريد الحرّتين – أهل بيت أفقر من أهل بيتي. فضحك النبي صلى الله عليه وسلم حتى بدت أنيابه، ثم قال: (أطعمه أهلك) (١)

Laki-laki tersebut mengatakan:apakah disedekahkan atas orang miskin daripada diriku  ya Rasulullah? Maka demi Allah apa yang ada diantara 2 bukit dari kota Madinah – yang dimaksud laki-laki tersebut adalah 2 bukit yang batu-batunya hitam – tidak ada diantara bukit-bukit yang batunya hitam di kota Madinah penduduk rumah yang lebih miskin daripada keluarga rumahku, maka Nabi shallallahu alaihi wasallam tertawa hingga nampak gigi taringnya kemudian mengatakan: berikanlah kurma kering ini sebagai makanan untuk keluargamu(1)

وفي الحديث: دليل على أن الجماع في نهار رمضان من الصائم المكلف المقين الصحيح المتعمد المتذكر كبيرة من كبائر الذنوب، لإقرار النبي صلى الله عليه وسلم للرجل على قوله: (هلكت) وفي حديث عائشة رضي الله عنها في صحيح مسلم: (احترقت)(٢)

Dalam hadits tersebut terdapat dalil bahwa mendatangi istri disiang hari ramadhan yang dilakukan oleh seorang yang berpuasa yang mukallaf dan muqim dan dia sehat dan sengaja dengan perbuatannya itu dan dia ingat, ini adalah termasuk dosa besar dari dosa-dosa besar. Berdasarkan penetapan Nabi shallallahu alaihi wasallam untuk seorang laki-laki yang datang kepada Nabi atas ucapannya: (aku telah binasa), dan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Aisyah radhiyallahu anha dalam Shahih Muslim: (aku terbakar)(2)

وأما إذا جامع ناسيا فإن صومه صحيح في أصح قولي العلماء، ولا قضاء عليه، ولا كفارة.

Dan adapun apabila dia mendatangi istrinya dalam keadaan lupa maka sesungguhnya puasanya dia adalah sah berdasarkan pendapat yang paling shahih dari pendapat ulama dan tidak ada qodho’ yang wajib atas dirinya dan tidak ada kafarot.

____

(١) أخرجه البخاري : كتاب الصوم، باب إذا جامع رمضان، ولم يكن له شسء، فتصدق عليه فليكفر، رقم(١٩٣٦)،ومسلم : كتاب الصيام، باب تغليظ تحريم الجماع في نهار رمضان، رقم (١١١١)

(1) dikeluarkan oleh Bukhari : Kitab puasa bab jika seseorang bersetubuh di bulan ramadhan, sementara ia tidak memiliki sesuatu untuk dia sedekahkan, nomor (1936) dan Muslim : Kitab puasa bab larangan bersetubuh di siang hari pada bulan ramadhan, nomor (1111)

(٢) أخرجه مسلم : كتاب الصيام، باب تعليظ تحريم الجماع في نهار رمضان، رقم (١١١٢)

(2) dikeluarkan oleh Muslim : Kitab puasa, bab larangan bersetubuh di siang hari pada bulan ramadhan, nomor (1112)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *