Ringkasan hukum-hukum puasa ramadhan 09

ebook kitab

pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

وثبت في الصحيحين من حديث ابن عمر رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم أنه قال: إنا أمة أمية، لا نكتب ولا نحسب، الشهر همذا وهكذا. يعني: مرة تسعة وعشرين ومرة ثلاثين(١)

Dan telah tetap di dalam 2 kitab shahih (Bukhari dan Muslim) dari hadits Ibnu Umar radhiyallahu anhu dari Nabi shallallahu alaihi wasallam bahwasanya beliau bersabda: sesungguhnya kami adalah umat yang ummi, kami tidak menulis dan kami tidak menghitung bulan itu demikian dan demikian. Yakni: suatu kali bulan itu jumlah harinya 29,dan satu kali bulan itu 30 hari(1)

وهذا الحديث دليل على إبطال الاعتماد على الحساب في دخول الشهر وخروجه، وإنما يعتمد على الرؤية، أو إكمال عدة الشهر ثلاثين يوما، والحديث وصف هذه الأمة أهل الإسلام وصف أغلبيا بأنه ليس من شأنها الكتابه  والحساب في دخول الشهر وخروجه، وإن كانت تكتب، وتحسب في الأمور الأخرى كأمور التجارة وغيرها، والمراد أنه لا يعول على الحساب، وإنما يعول على رؤية الهلال في الأحكام، لأن النبي صلى الله عليه وسلم علق الحكم بالرؤية لا بالحساب، والرؤية يدركها الخاص والعام، والجاهل والعالم، وهذا يدل على يسر الشريعة وسماحتها فلله الحمد على ما يسر وسهل، وله الحكمة التامة في ما يشرعه لعباده لما يعلمه سبحانه لهم من المصلحة والرحمة، وهو الحكيم العليم سبحانه وبحمده.

Dan Hadits ini adalah dalil batalnya bersandar kepada ilmu hisab(perhitungan) di dalam menetapkan masuk dan keluarnya bulan, sesungguhnya yang dijadikan sandaran adalah dengan melihat bulan atau menggenapkan bilangan bulan 30 hari, adapun hadits Rasulullah shallallahu alaihi wasallam diatas telah mensifati umat ini sebagai orang islam dengan sifat yang mayoritas bahwasanya bukanlah termasuk perkaranya umat Rasulullah shallallahu alaihi wasallam menulis dan menghitung di dalam menentukan masuk dan keluarnya bulan. Sekalipun umat islam ada yang bisa menulis dan ada yang bisa menghitung dalam perkara-perkara yang lain seperti dalam perkara-perkara perdagangan dan sebagainya. Dan yang dimaksudkan bahwasanya masuk dan keluarnya bulan tidak kembali pada perhitungan, dan sesungguhnya hal itu kembali kepada melihat hilal di dalam banyak hukum-hukum, karena Nabi shallallahu alaihi wasallam menghubungkan hukumnya itu dengan ru’yah (melihat bulan) bukan dengan hisab (perhitungan), dan melihat bulan itu bisa dimengerti oleh orang yang khusus maupun orang awam, dan dimengerti oleh orang yang bodoh maupun orang yang berilmu. Dan ini menunjukkan mudahnya dan ringannya syariat islam, maka segala puji hanya bagi Allah yang telah memudahkan dan yang telah memberikan keringanan dan Allah yang telah memberikan kemudahan. Dan Allah lah yang maha memiliki hikmah yang sempurnanya pada apa yang Allah syariatkan kepada hamba-hambanya yaitu perkara-perkara yang Allah ketahui untuk mereka berupa kemaslahatan dan kasih sayang Allah dan Dialah dzat yang memiliki hikmah dan bijaksana lagi maha mengetahui  Maha suci Allah dan dengan memujinya.

_____

(١) أخرجه البخاري : كتاب الصوم، باب قول النبي صلى الله عليه وسلم : لا نكتب ولا نحسب، رقم(١٩١٣)، ومسلم: كتاب الصيام، باب وجوب صوم رمضان لرؤية الهلال رقم(١٠٨٠)

(1) riwayat Bukhari: Kitab puasa, bab perkataan Nabi shallallahu alaihi wasallam: kami tidak menulis dan kami tidak menghitung, nomor(1913), Muslim: Kitab puasa, bab wajibnya puasa ramadhan karena melihat hilal, nomor (1080)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *