HSI 05 – Kajian 08 – fitnah kubur

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله

Halaqah yang kedelapan dari silsilah beriman kepada hari akhir, adalah tentang fitnah kubur.

Di antara beriman kepada hari akhir adalah beriman dengan adanya fitnah kubur.

Fitnah secara bahasa artinya adalah ujian.

Fitnah kubur adalah tiga pertanyaan yang akan diajukan oleh malaikat Munkar dan Nakir kepada mayyit, baik seorang mukmin, kafir, maupun orang munafik.

Ditanya tentang siapa Robb-nya, siapa nabi-nya, dan apa agamanya.

Suatu hari Rasullullah shallalahu’alaihi wasalam pernah menguburkan mayat bersama para sahabat, kemudian beliau berkata kepada mereka :

اسْتَغْفِرُوا ؛ لِأَخِيكُمْ وَاسْأَلُوا لَهُ التَّثْبِيتَ ، فَإِنَّهُ الْآنَ يُسْأَلُ

“Hendaklah kalian memohon ampun untuk saudara kalian dan mintalah untuknya ketetapan hati karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya.”

(Hadits shahih riwayat Abu Dawud)

Yang akan menjawab pertanyaan dengan baik adalah orang yang Allah tetapkan hatinya, yang dia dahulu di dunia mengenal Allah , mengenal Rosul-nya dan mengenal agama Islam.

Kewajiban seorang muslim adalah bersungguh-sungguh mempersiapkan jawaban yang benar untuk menghadapi ujian yang soal-soalnya sudah dibocorkan ini.

Dan penjelasan tentang mengenal Allah, Rasullullah dan agama Islam telah kita sebutkan di dalam silsilah ilmiah no 2, 3 dan 4.

Ada beberapa orang yang mereka kelak tidak akan menghadapi fitnah kubur, diantaranya adalah para syuhada, yaitu orang-orang yang meninggal di dalam peperangan di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Seorang laki-laki pernah bertanya kepada Rasullullah Shallalahu’alaihi wasalam :

“Ya Rasullallah mengapa orang-orang yang beriman diuji di dalam kuburan mereka kecuali orang yang syahid.”

Maka Rasullullah shallalahu’alaihi wasalam menjawab :

كَفَى بِبَارِقَةِ السُّيُوْفِ عَلَى رَأْسِهِ فِتْنُةً

“Cukuplah kilatan pedang di atas kepala sebagai ujian.”

(Hadits shahih riwayat An Nasa’i)

Di antara mereka adalah orang yang meninggal pada hari jum’at atau malam jum’at.

Rasullullah shallalahu’alaihi wasalam bersabda :

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَمُوتُ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَوْ لَيْلَةَ الْجُمُعَةِ إِلَّا وَقَاهُ اللَّهُ فِتْنَةَ الْقَبْرِ

“Tidaklah seorang muslim meninggal pada hari Jum’at atau malam Jum’at kecuali  Allah Subhanahu Wa Ta’ala akan menjaganya dari fitnah kubur.”

( Hadits hasan riwayat Tirmidzi )

Kita memohon kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala semoga Allah Subhanahu Wa Ta’ala menetapkan hati kita dan orang-orang yang kita cintai di dalam menghadapi fitnah kubur ini.

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

وبالله التوفيق والهداية
السلام عليكم ورحمة الله و بركاته

Abdullah Roy,
Di kota Madinah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *