HSI 05 – Kajian 03 – menjalankan perintah Allāh bekal menuju akhirat

download audio

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة و السلام على رسول الله و على آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ketiga dari silsilah beriman kepada hari akhir, berjudul menjalankan perintah Allāh bekal menuju akhirat.

Perintah Allāh Subhānahu wa Ta’āla apabila dijalankan dengan ikhlas dan sesuai dengan sunnah Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam maka akan menjadi hasanah atau pahala dan bekal menuju akhirat bagi seorang hamba.

Perintah yang paling dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla adalah apa yang Allāh wajibkan.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berkata:

…ﻭَﻣَﺎ ﺗَﻘَﺮَّﺏَ ﺇِﻟَﻰَّ ﻋَﺒْﺪِﻯ ﺑِﺸَﻰْﺀٍ ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻰَّ ﻣِﻤَّﺎ ﺍﻓْﺘَﺮَﺿْﺖُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ….

“Dan tidaklah hambaKu bertaqorrub kepadaKu dengan sesuatu yang lebih Aku cintai dari pada apa yang sudah Aku wajibkan atasnya.”

(Hadist Riwayat Bukhari)

Oleh karena itu seorang muslim hendaknya memperhatikan kewajiban-kewajiban yang telah Allāh wajibkan atasnya dan melaksanakan kewajiban tersebut dengan sebaik-baiknya.

Kewajiban di sini ada yang berkaitan dengan hak Allāh seperti tauhid, sholat 5 waktu, puasa Ramadhan, haji bagi yang wajib dan lain-lain.

Dan juga ada yang berkaitan dengan hak makhluq, seperti menafkahi orang yang menjadi tanggungan, berbakti kepada kedua orang tua dan lain-lain.

Kemudian, apabila seorang hamba memiliki waktu dan kemampuan maka hendaknya dia menambah bekal dengan berbagai amal shalih yang mustahab atau disunnahkan, seperti sholat-sholat sunnah, puasa-puasa sunnah, shadaqah sunnah, membaca Alqur’an dan lain-lain.

Memilih di antara amalan tersebut yang bisa dia kerjakan dengan baik dan bisa dilakukan secara terus menerus.

Di antara amalan yang besar pahalanya adalah menuntut ilmu agama, dzikrullah, berjihad di jalan Allāh Subhānahu wa Ta’āla, akhlaq yang baik, berdakwah di jalan Allāh dan lain-lain.

Orang yang sibuk dengan sesuatu yang menjadi kewajibannya sehingga tidak bisa mengerjakan sesuatu yang mustahab atau sunnah maka dia mendapatkan udzur.

Adapun orang yang sibuk dengan sesuatu yang mustahab kemudian dia lalai dengan kewajiban dia maka orang tersebut adalah orang yang tertipu.

Mintalah kepada Allāh Subhānahu wa Ta’āla pertolongan di dalam beramal dan mintalah kepadaNya supaya amalan tersebut diterima.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla memasukkan kita ke dalam surgaNya dengan sebab amal kita yang sedikit dan penuh dengan kekurangan ini dan rahmat serta kasih sayang Allāh Subhānahu wa Ta’āla lebih kita harapkan dari pada amalan kita.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah yang ketiga ini, dan sampai bertemu kembali pada halaqah-halaqah selanjutnya.

و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu, Abdullāh Roy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *