HSI 04 – Kajian 03 – Yang Membedakan Antara Para Nabi

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Para Nabi beragama Islam menyerahkan dirinya hanya kepada Allāh Subhānahu Wa Ta’āla, yang membedakan antara agama islam yang dibawa seorang Nabi dengan agama islam yang dibawa Nabi yang lain adalah:
⑴ Tata cara beribadah
⑵ Halal & juga haram

?Terkadang satu ibadah yang memiliki nama yang sama akan tetapi caranya yang berbeda.
? Terkadang sesuatu yang diharamkan atas satu umat dihalalkan bagi umat yang lain.

Semuanya ini sesuai dengan hikmah dan kebijaksanaan dari Allāh Subhānahu Wa Ta’āla Dzat Yang Maha Tahu & Maha Bijaksana.

Allāh Subhānahu Wa Ta’āla berfirman :

ۚ لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنْكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجًا ۚ.

“Kami telah jadikan masing-masing dari kalian syari’at dan juga cara.” (Al-Maidah: 48)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الأَنْبِيَاءُ إِخْوَةٌ مِنْ عَلاَّتٍ وَأُمَّهَاتُهُمْ شَتَّى وَدِينُهُمْ وَاحِدٌ

“Para Nabi itu adalah saudara satu bapak ibu-ibu mereka berbeda akan tetapi agama mereka satu”
(Muttafaq ‘Alaihi).

Yang dimaksud dengan “ibu ibu mereka berbeda” adalah syariat mereka berbeda.

Shalat & zakat telah disyariatkan kepada umat sebelum Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam.

Allāh Subhānahu Wa Ta’āla berfirman tentang Nabi Ismā’īl:

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ

“Dan dahulu Nabi Ismā’īl menyuruh keluarganya untuk shalat & juga zakat.” (Maryam: 55)

Nabi ‘Isa ‘alaihissalām, beliau berkata:

وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

“Dan Allāh Ta’āla telah berwasiat kepadaku untuk shalat dan juga zakat selama aku masih hidup.” (Maryam : 31)

Namun shalat di atas tanah terbuka diluar tempat khusus ibadah hanyalah disyariatkan didalam agama Islam yang dibawa Nabi Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam

Demikian pula rampasan perang diharamkan bagi umat umat sebelum kita dan dihalalkan bagi kita.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِي المَغَانِمُ وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي

“Dan telah dijadikan bagiku tanah ini (bumi ini) sebagai masjid & juga alat untuk bersuci, maka siapa saja di antara umatku yang mendapatkan waktu shalat maka hendaklah dia shalat, dan telah dihalalkan bagiku harta rampasan perang dan tidak dihalalkan bagi seorangpun sebelumku.” (HR. Bukhari dan Muslim)

و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Saudaramu,
‘Abdullāh Roy di kota Al-Madinah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *