HSI 02 – Kajian 07 – Pengertian Ibadah

PENGERTIAN IBADAH DAN MACAM-MACAMNYA

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله

Ibadah adalah seluruh perkara yang dicintai dan diridhai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla baik berupa ucapan maupun perbuatan yang zhahir maupun yang bathin.

Seseorang bisa mengetahui sesuatu dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla dengan beberapa cara, di antaranya :

① Apabila sesuatu tersebut diperintahkan oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah ibadah, karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla tidak memerintah kecuali dengan sesuatu yang Allah cintai.

② Termasuk di antaranya apabila Allāh Subhānahu wa Ta’āla diketahui memuji pelakunya.

Maka kita mengetahui bahwasanya sesuatu tersebut adalah dicintai oleh Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

· Doa adalah ibadah ·
Karena Allāh Subhānahu wa Ta’āla memerintahkan.

ٱدۡعُونِىٓ أَسۡتَجِبۡ لَكُمۡۚ

“Berdo’alah kalian kepadaKu niscaya Aku akan mengabulkan.” (QS Ghafir : 60)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadits :

الدُّعَاءُهُوَ الْعِبَادَةُ

“Do’a itu adalah ibadah.”

Dengan demikian syirik hukumnya (apabila) berdo’a kepada selain Allāh, baik kepada seorang Nabi, seorang malaikat, seorang jin, orang yang shalih dan lain-lain.

· Menyembelih adalah ibadah ·
Allāh berfirman :

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ

“Hendaklah engkau shalat untuk Rabb-mu dan juga menyembelih untuk Rabb-mu.” ( QS Al-Kautsar : 2 )

Dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda :

لَعَنَ اللهُ مَنْ ذَبَحَ لِغَيْرِ اللهِ

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla melaknat seseorang yang menyembelih untuk selain Allah.”

Dengan demikian termasuk syirik hukumnya (apabila) seseorang menyembelih untuk jin, atau untuk syaikh atau untuk yang lain selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Seperti bernadzar, ber-istighatsah, bersumpah, bertawakal, rasa takut, rasa cinta, maka semua ini termasuk jenis-jenis ibadah.

Tidak boleh sekali-kali seorang muslim menyerahkan salah satu dari ibadah-ibadah tersebut kepada selain Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqoh kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqoh selanjutnya.

وَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Saudaramu,
Abdullāh Roy

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *