HSI 01 – Kajian 05 – Taubat dari Syirik

Oleh : Ustad Abdullah Roy

Saudaraku sekalian, orang yang berbuat syirik dan dia meninggal dunia tanpa bertobat kepada Allah maka dosa syirik tersebut tidak akan diampuni. Namun, apabila dia bertaubat sebelum meninggal maka Allah akan mengampuni dosanya bagaimanapun besar dosa tersebut..

Taubat nasuha adalah tobat yang terpenuhi di dalamnya 3 syarat :

1.  Menyesal

2. Meninggalkan perbuatan tersebut,

3. dan bertekad kuat untuk tidak mengulangi lagi.

Allah berfirman :

قُلْ يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ ۚ إِنَّ اللَّهَ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ

Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar : 53)

Rasulullah bersabda :

إِنَّ اللَّهَ يَقْبَلُ تَوْبَةَ الْعَبْدِ مَا لَمْ يُغَرْغِرْ

sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama ruh belum sampai di tenggorokan.” (HR. Tirmizi, Ibnu Majah dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani).

Para shahabat Nabi tidak semuanya lahir dalam keadaan Islam, banyak diantara mereka yang masuk Islam ketika sudah besar dan sebelumnya bergelimang dengan kesyirikan. Supaya tidak terjerumus kembali ke dalam kesyirikan maka seseorang harus mempelajari tauhid dan memahaminya dengan baik, mengetahui jenis-jenis kesyirikan sehingga dia bisa menjauhi kesyirikan tersebut.

diupload oleh admin pada tanggal 13 Rabiul Akhir 1436 H / 03 Februari 2015

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *