Risalah Makiyah 27

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
صفة السمع

Sifat mendengar bagi Allah

ويثبتون السمع كما في قوله عز وجل: (قَدْ سَمِعَ اللَّهُ قَوْلَ الَّتِي تُجَادِلُكَ)[المجادلة : ١]

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) menetapkan sifat mendengar bagi Allah. Sebagaimana firmannya: “Sesungguhnya Allah telah mendengar perkataan wanita yang mengajukan gugatan kepada kamu tentang suaminya”

[Surat Al-Mujadila 1]

وقوله(وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ)[الشورى: ١١]

Dan firman Allah: “dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” [Surat Ash-Shura 11]

وقوله عز وجل: (إِنَّنِي مَعَكُمَا أَسْمَعُ وَأَرَىٰ)[طه: ٤٦]

Dan firman Allah: “sesungguhnya Aku beserta kamu berdua, Aku mendengar dan melihat”[Surat Ta-Ha 46]

والآيات في ذلك كثيرة معلومة.

Dan ayat-ayat yang menjelaskan tentang hal itu sangat banyak dan sudah diketahui

وقول عائشة رضي الله عنها: الحمد لله الذي وسع سمعه الأصوات(١)

Dan perkataan Aisyah radhiyallahu anha: segala puji hanya bagi Allah yang meliputi semua suara(1)

______

(١) رواه البخاري تعليقا في باب قول الله تعالى: وكان الله سميعًا بصيرًا(٢٦٨٩/٦)

(1) riwayat Bukhari secara mualaq dalam bab Firman Allah: sesungguhnya Allah maha mendengar dan maha melihat(2/2689)

Risalah Makiyah 26

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
صفة الساق

Sifat betis bagi Allah

ويؤمنون بصفة الساق كما قوله تعالى: (يَوْمَ يُكْشَفُ عَنْ سَاقٍ وَيُدْعَوْنَ إِلَى السُّجُودِ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ)[القلم: ٤٢]

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) beriman dengan sifat betisnya Allah sebagaimana firman Allah: “Pada hari betis disingkapkan dan mereka dipanggil untuk bersujud; maka mereka tidak kuasa” [Surat Al-Qalam 42]

وقوله صلى الله عليه وسلم: فيكشف عن ساقه(١) ،

Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam: maka kemudian Allah menyingkap betisNya(1)

وهم مع ذلك ينزهونه عن مماثلته خلقه،

Maka mereka (Ahlus Sunnah) bersamaan dengan hal itu mensucikan Allah dari menyerupakan Allah dengan makhluk-Nya

لقوله سبحانه: (لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ)[الشورى: ١١]

Berdasarkan firman Allah: Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.[Surat Ash-Shura 11]
______

(١) رواه البخاري(٧٠٠١) و مسلم(١٨٣) بلفظ: فيكسف عن ساق

(1) riwayat Bukhari(7001) dan muslimah (183) dengan lafadzh : maka kemudian akan dibuka betisnya Allah

Risalah Makiyah 28

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
إثبات الصورة

Penetapan tentang wajah bagi Allah

ويثبتون الصورة التي نطق بها النبي صلى الله عليه وسلم بقوله: أتاني ربي في أحسن صورة(١)

Maka Ahlus Sunnah wal jama’ah menetapkan wajah bagi Allah yang telah disampaikan oleh Nabinya shallallahu alaihi wasallam: Rabbku telah mendatangi diriku dalam wajah yang sebaik-baik wajah(1)

. وقوله صلى الله عليه وسلم: فيأتيهم الله في الصورة التي يعرفون، أنا ربكم، فيقولون: أنت ربنا فيتبعونه(٢)

Dan sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: maka Allah kelak akan mendatangi mereka dalam wajah yang mereka kenali, maka Allah berfirman: Aku adalah Tuhan kalian, maka mereka mengatakan: Engkau Tuhan kami, maka kemudian semua makhluk-Nya mengikuti Allah.(2)

تثبت على مراد الله عزوجل ومراد رسول الله صلى الله عليه وسلم، ولا يقال كيف

Sifat ini ditetapkan sesuai dengan yang dikehendaki oleh Allah dan sesuai dengan apa yang dikehendaki oleh Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, dan tidak boleh dikatakan bagaimana wajahnya Allah.

_____

(١) أخرجه الإمام أحمد(٣٤٨٤)، والترمذي(٣٢٣٣) وغيرهما، وصححه الإمام الألباني رحمه الله في [صحيح الترمدي: ٢٥٨٠، وظلال الجنة: ٣٨٨]

(1) dikeluarkan oleh Imam Ahmad(3484), Tirmidzi(3233), dan selain mereka berdua, dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Tirmidzi: 2580 dan Dzilalil Jannah: 388

(٢) رواه البخاري(٦٢٠٤)، ومسلم(١٨٢)

(2) riwayat Bukhari(6204) dan Muslim(182)

Risalah Makiyah 29-30

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

إثبات رؤية المؤمنين لله عزوجل

Penetapan bahwa orang-orang mukmin akan melihat Allah

ويؤمنون بالرؤية، أي رؤية المؤمنين لربهم في الآخرة، كما في قوله عز وجل: (وُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ نَاضِرَةٌ) (إِلَىٰ رَبِّهَا نَاظِرَةٌ)[القيامة: ٢٢-٢٣]

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) beriman dengan melihat, maksudnya orang-orang mukmin melihat kepada Allah di hari kiamat. Sebagaimana dalam firman Allah: “Wajah-wajah (orang-orang mukmin) pada hari itu berseri-seri. Kepada Tuhannyalah mereka melihat.” [Surat Al-Qiyamah 22-23]

وقوله: (لِلَّذِينَ أَحْسَنُوا الْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ )[يونس:٢٦]

Dan firman Allah: “Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahannya.” [Surat Yunus 26]

وفسرها النبي صلى الله عليه وسلم بالنظر إلى وجه الله الكريم.

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam menafsirkan yang dimaksud dengan tambahan adalah orang-orang beriman diberi kenikmatan melihat wajahnya Allah yang Maha Mulia.

ويحجب الكفار عن رؤيته، كما في قوله: (كَلَّا إِنَّهُمْ عَنْ رَبِّهِمْ يَوْمَئِذٍ لَمَحْجُوبُونَ)[المطففين: ١٥]

Dan orang-orang kafir terhalangi dari melihat Allah, sebagaimana firman Allah:”Sekali-kali tidak, sesungguhnya mereka pada hari itu benar-benar tertutup dari (rahmat) Tuhan mereka.”[Surat Al-Mutaffifin 15]

فدلت على عدم حجب المؤمنين.

Maka ayat imi menjelaskan bahwasanya tidak dihalanginya orang-orang beriman melihat Allah.

ومن السنة ما ثبت في الصحيحين من حديث جرير بن عبد الله الجلي رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: إنكم سترون ربكم، كما ترون هذا القمر، لا تضامون رؤيته(١)

Dan di dalam Sunnah adalah apa yang telah tetap dalam dua kitab shahih(Bukhari Muslim) dari hadits Jarir bin Abdillah Al Jali radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabdab sesungguhnya kalian akan melihat wajah Tuhan kalian, sebagaimana kalian melihat bulan ini, kalian tidak akan berdesak-desakan dalam melihatnya(1)

ولما ثبت في صحيح مسلم من قوله صلى الله عليه وسلم: فيكشف الحجاب، فما أعطوا شيئا أحب إليهم من النظر إلى ربهم عزوجل(٢).

Dan telah tetap dalam shohih Muslim dari sabda beliau shallallahu alaihi wasallam: maka pada saat itu Allah akan membuka hijabnya, maka tidak ada sesuatu yang diberikan kepada mereka yang lebih mereka cintai dibandingkan melihat kepada Rabb mereka yang Maha perkasa dan Maha Agung(2)

والأحاديث في ذلك كثيرة.

Dan Hadits-hadits tentang hal itu sangat banyak

أما قوله عز وجل: (لَا تُدْرِكُهُ الْأَبْصَارُ وَهُوَ يُدْرِكُ الْأَبْصَارَ)[الأنعام: ١٠٣]

Adapun firman Allah: “Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala yang kelihatan” [Surat Al-An’am 103]

فالإدراك غير الرؤية، وكذلك الإحاطة، كما في قوله عز وجل: (وَلَا يُحِيطُونَ بِهِ عِلْمًا)[طه: ١١٠]

Maka yang dimaksud dengan dicapai bukanlah melihat, demikian juga meliputi, sebagaimana firman Allah: “sedang ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmu-Nya.” [Surat Ta-Ha 110]

وفسر أيضاً بأن ذلك ممتنع في الدنيا، كما قال الله عز وجل لموسى: (لَن تَرَىنِي) [الأعراف: ١٤٣]

Dan ditafsirkan juga bahwa itu terhalang melihat Allah di dunia, sebagaimana firman Allah kepada Musa: “engkau tidak akan mampu melihatku”.[Al A’raf:143]

أي: في الدنيا، أما في الآخرة فقد أثبته الله عزوجل وأثبته نبيه صلى الله عليه وسلم.

Artinya: melihat Allah di dunia, adapun melihat Allah di akhirat maka sungguh telah ditetapkan Allah dan telah ditetapkan Nabinya shallallahu alaihi wasallam.

______

(١) رواه البخاري(٥٢٩)، ومسلم(٦٣٣)

(1) riwayat Bukhari(529), Muslim(633)

(٢) رواه مسلم(١٨١)

(2) riwayat Muslim(181)

Risalah Makiyah 31-32

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

صفة النفس

Sifat Dirinya Allah

ويؤمنون بقوله عزوجل: (تَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِي وَلَا أَعْلَمُ مَا فِي نَفْسِكَ)[المائدة: ١١٦]

Dan mereka Ahlus Sunnah wal jama’ah beriman dengan firman Allah : “Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau.” [Surat Al-Ma’idah 116]

ويؤمنون برضاه، وغضبه، وحبه، وبغضه، وسخطه على أعدائه،

Dan mereka Ahlus Sunnah wal jama’ah beriman dengan sifat ridhonya Allah, sifat murka bagi Allah, sifat cinta bagi Allah, sifat benci bagi Allah dan sifat marahnya Allah atas musuh-musuhNya.

كما قال سبحانه: (ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ اتَّبَعُوا مَا أَسْخَطَ اللَّهَ وَكَرِهُوا رِضْوَانَهُ فَأَحْبَطَ أَعْمَالَهُمْ)[محمد : ٢٨]

Sebagaimana firman Allah: “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka mengikuti apa yang menimbulkan kemurkaan Allah dan karena mereka membenci keridhaan-Nya, sebab itu Allah menghapus (pahala) amal-amal mereka.” [Surat Muhammad 28]

وقوله عز وجل: (وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ اللَّهُ ۖ وَاللَّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ)[الأنفال: ٣٠]

Dan firman Allah : “Mereka memikirkan tipu daya dan Allah menggagalkan tipu daya itu.” [Surat Al-Anfal 30]

وقوله عز وجل : (إِنَّهُمْ يَكِيدُونَ كَيْدًا) (وَأَكِيدُ كَيْدًا)[الطارق: ١٥-١٦]

Dan firman Allah : “Sesungguhnya orang kafir itu merencanakan tipu daya yang jahat dengan sebenar-benarnya. Dan Akupun membuat rencana (pula) dengan sebenar-benarnya.”  [Surat At-Tariq 15-16]

وقوله عزوجل : (فَلَمَّا آسَفُونَا انْتَقَمْنَا مِنْهُمْ)[الزخرف: ٥٥]

Dan firman Allah: “Maka tatkala mereka membuat Kami murka, Kami menghukum mereka.”[Surat Az-Zukhruf 55]

وقوله عزوجل: (وَهُوَ شَدِيدُ الْمِحَالِ)[الرعد: ١٣]

Dan firman Allah: “dan Dialah Tuhan Yang Maha keras siksa-Nya”[Surat Ar-Ra’d 13]

كل هذا حق حقيقته لا سؤول ولا يصوف عن ظاهرة، بل يثبت له سبحانه وتعالي كما أثبته لنفسه تعالى وتقدس عن النظراء والأشباه

Kesemua ini adalah benar secara hakikatnya. Tidak boleh ayat yang menjelaskan tentang sifat-sifat Allah tersebut diberi makna dengan makna yang batil, dan tidak pula dipalingkan dari dhohir ayatnya, bahkan ditetapkan untuk Allah sebagaimana Allah tetapkan hal itu untuk dirinya yang maha tinggi dsn Maha suci dari tandingan-tandingan dan hal-hal yang menyerupai Allah.