Risalah Makiyah 3-4 (awal kitab)

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
المقدمة

Pendahuluan

الحمدالله رب العالمين، الرحمن الرحيم، مالك يوم الدين، الملك الحق المبين، الذي له الأسماء الحسنى، والصفات العلى، وسع كل شيء رحمة وعلمًا، وأحصى خلقه عدًا، الحي القيوم الذي لا تأخذه سنة ولا نوم، الإله الحق المتصف بصفات الكمال والجمال ذو الجلال والإكرام، والصلاة والسلام على سيد الأولين والآخرين نبينا محمد الأمين، أعلم الخلق بربه وأتقاهم لخالقه، وأشدهم له خشية صلى الله عليه وسلم وعلى آله وصحابه، وتابعيهم بإحسان إلى يوم الدين.

Segala puji bagi Allah, Rabb alam semesta, yang maha pemurah lagi Maha penyayang, yang menguasai hari pembalasan, yang maha merajai yang maha benar dan maha menjelaskan. Dzat yang memiliki nama-nama yang maha indah dsn sifat-sifat yang maha luhur dan mulia, yang ilmu dan rahmat-Nya meliputi segala sesuatu, dan yang maha mengetahui jumlah bilangan dari makhluk-makhlukNya, yang maha hidup lagi berdiri sendiri mengurus makhluknya, yang tidak pernah mengantuk dan tidak pernah tertidur, sesembahan yang hak untuk disembah yang bersifat dengan sifat-sifat kesempurnaan dan keagungan, yang maha memiliki keagungan dan kemuliaan. Shalawat dan salam semoga tercurahkan penghulu dan pemimpin orang-orang yang terdahulu dan orang-orang yang akan datang kemudian Nabi kita Muhammad yang terpercaya, dan beliau adalah makhluk yang paling mengenal Tuhannya, dan makhluk yang paling bertakwa kepada pencipta-Nya dan beliau adalah makhluk yang paling besar takutnya kepada Allah, semoga shalawat Allah tercurah atas beliau dan salam dari Allah dan atas keluarganya dan para sahabatnya dan para pengikutnya dengan baik sampai hari berbangkit.

أما بعد: فهذه جمل من عقائد الموحدين المستمدة من: كتاب رب العالمين، وسنة سيد المرسلين، واعتقدها السلف الماضون من الصحابة والتابعين، كتبتها في البلد الأمين الذي أقسم به رب العالمين، تذكيرًا لنفسي وسيرًا على منهاج الأولين من العلماء الربانيين، وسميتها:

Adapun setelah itu: maka kitab ini berisi beberapa kalimat (ketetapan) dari Aqidah-aqidah ahli tauhid yang diambil dari : Kitab Rabb semesta alam (Al-Quran), dan sunnah penghulu dan pemimpin para utusan (Muhammad), dan aqidah yang diyakini oleh para pendahulu yang telah meninggal dunia dari kalangan para sahabat dan dari kalangan para tabi’in. Aku menulis kitab aqidah ini di kota yang aman (Mekkah) yang mana Allah Rabb semesta alam telah bersumpah dengannya. Sebagai pengingat dan peringatan bagi diriku dalam rangka berjalan diatas jalannya orang-orang yang terdahulu dari kalangan para ulama rabbani. Dan aku namakan kitab aqidah ini adalah:

الرسالة المكية في بيان العقيدة السلفية

TULISAN DARI MEKKAH, TENTANG PENJELASAN AQIDAH ORANG-ORANG TERDAHULU

سائلًا الله عز وجل أن ينفع بها، وأن يجعلها ذخرًا، وصلى الله وسلم على نبينا ورسولنا محمد.

dengan meminta kepada Allah yang maha Perkasa dan maha agung agar Allah memberi manfaat kepada kitab aqidah ini, dan agar Allah menjadikan kitab ini sebagai simpanan pahala di akhirat. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada Nabi kita dan Utusan Kita Muhammad.

سعيِّد بن هليِّل العمر

Suayid bin Hulail Umar

١٤٣٦ – ١٤٣٧ ه

1436-1437 Hijriah.

Risalah Makiyah 5-9

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
فصل في أقسام التوحيد

Pasal tentang pembagian tauhid

فيؤمنون بأن الله عزوجل خلق الخلق، ليفردوه بالربوبية والألوهية والأسماء والصفات، كما في قوله عز وجل:

Maka para salaf terdahulu beriman bahwa Allah telah menciptakan semua makhluk-Nya, agar semua mengesakan Allah dalam Rububiyyah (seluruh perbuatan Allah) , dan dalam Uluhiyah (semua ibadah kepada Allah) dan dalam Asma wa, sifat (nama-nama dan sifat-sifat Allah). Sebagaimana dalam firman Allah yang maha perkasa dan maha Agung.

(إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ يُغْشِي اللَّيْلَ النَّهَارَ يَطْلُبُهُ حَثِيثًا وَالشَّمْسَ وَالْقَمَرَ وَالنُّجُومَ مُسَخَّرَاتٍ بِأَمْرِهِ ۗ أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ اللَّهُ رَبُّ الْعَالَمِينَ)[الأعراف: ٥٤]

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.” [Surat Al-A’raf 54]

وكما في قوله عز وجل: (ذَٰلِكُمُ اللَّهُ رَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ)[يونس: ٣]

Dan sebagaimana firmannya: “(Dzat) yang demikian itulah Allah, Tuhan kamu, maka sembahlah Dia. Maka apakah kamu tidak mengambil pelajaran?” [Surat Yunus 3]

وكما في قوله عز وجل: (يَا أَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ)[البقرة: ٢١]

Dan sebagaimana firmannya: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa,” [Surat Al-Baqarah 21]

وكما في قوله عز وجل: (وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالْإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُونِ)[الذاريات: ٥٦]

Dan sebagaimana firmannya: “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku.” [Surat Adh-Dhariyat 56]

وكما في قوله عز وجل: (ذَٰلِكَ بِأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْحَقُّ وَأَنَّ مَا يَدْعُونَ مِنْ دُونِهِ هُوَ الْبَاطِلُ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ الْعَلِيُّ الْكَبِيرُ)[الحج: ٦٢]

Dan sebagaimana firmannya: ” (Kuasa Allah) yang demikian itu, adalah karena sesungguhnya Allah, Dialah (Tuhan) Yang Haq dan sesungguhnya apa saja yang mereka seru selain dari Allah, itulah yang batil, dan sesungguhnya Allah, Dialah Yang Maha Tinggi lagi Maha Besar.” [Surat Al-Hajj 62]

فأعظم حقِّه على خلقه، التوحيد الذي خلقهم لأجله، وأمرهم بتجريده له سبحانه وتعالى وحذرهم من ضده، الشرك الذي لا يغفره، كما في قوله عز وجل:

Maka haknya Allah yang paling besar dan agung atas seluruh makhluknya Allah adalah Tauhid yang Allah menciptakan mereka (makhluknya) adalah disebabkan tauhid, dan memerintahkan mereka agar mereka mengkhususkan tauhid hanya untuk Allah dsn Allah memperingatkan mereka dari lawanya tauhid yaitu syirik yang Allah tidak akan mengampuninya. Sebagaimana firman Allah:

(إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَٰلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ ۚ )[النساء: ١١٦،٤٨]

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya.” [Surat An-Nisa’ 48, 116]

وقوله عز وجل: (وَلَقَدْ أُوحِيَ إِلَيْكَ وَإِلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكَ لَئِنْ أَشْرَكْتَ لَيَحْبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ)[الزمر: ٦٥]

Dan sesungguhnya telah diwahyukan kepadamu (Muhammad) dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu. “Jika kamu mempersekutukan (Tuhan), niscaya akan hapuslah amalmu dan tentulah kamu termasuk orang-orang yang merugi.[Surat Az-Zumar 65]

وقوله عز وجل: (وَلَوْ أَشْرَكُوا لَحَبِطَ عَنْهُمْ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ)[الأنعام:٨٨]

“Seandainya mereka mempersekutukan Allah, niscaya lenyaplah dari mereka amalan yang telah mereka kerjakan” [Surat Al-An’am 88]

فالتوحيد بأنواعه: الربوبية والألوهية والأسماء والصفات حقُّه الأعظم، وبقية حقوقه من لوازم هذا الحق العظيم.

Maka tauhid dengan segala macamnya yakni Tauhid Rububiyyah, tauhid Uluhiyah, dan tauhid asma wa shifat itu adalah haknya Allah yang paling besar. Adapun hak-hak Allah yang lainnya adalah termasuk konsekuensi yang wajib dilakukan oleh seorang hamba yang berasal dari hal yang agung ini.

وأنواع التوحيد ثلاثة:توحيد الربوبية، وتوحيد الألوهية، وتوحيد الأسماء والصفات، وهذه الأنواع الثلاثة اشتمل عليه معظم القرآن، بل قال ابن القيم رحمه الله: فالقرآن كله في التوحيد وحقوقه وجزائه، وفي شأن الشرك وأهله وجزائهم(١)

Dan Macam-Macam tauhid ada 3: tauhid Rububiyyah, tauhid Uluhiyah, dan tauhid Asma wa sifat, maka ke tiga macam tauhid ini hampir seluruh ayat Al Qur’an mengandung atad ketiganya. Bahkan Ibnu Qayyim Rahimahullah mengatakan: maka Al Qur’an semuanya menjelaskan tentang tauhid, dan hak-hak nya Allah, dan balasan yang Allah akan diberikan kepada orang yang bertauhid dan memberikan hak-hak Allah, kemudian Al Qur’an semuanya menjelaskan perkara kesyirikan dan orang-orang yang berbuat kesyirikan dan balasan bagi mereka yang berbuat kesyirikan(1)

والأدلة على ذلك كثيرة منها قول الله عز وجل: (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ) (الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ)[الفاتحة: ١-٢]

Dan dalil-dalil yang menunjukkan atas hal itu sangat banyak. Diantaranya : firman Allah :

“Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam.” [Surat Al-Fatihah 1-2]

وقوله عز وجل: (إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ)[الأعراف:٥٤]

Dan firman Allah: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy.”[Surat Al-A’raf 54]

وقوله عز وجل: (رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَاعْبُدْهُ وَاصْطَبِرْ لِعِبَادَتِهِ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا)[مريم:٦٥]

Dan firman Allah: “Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan berteguh hatilah dalam beribadat kepada-Nya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?”[Surat Maryam 65]

واشتمل سورة الإخلاص على بيان التوحيد العلمي، وهو: الربوبية، والأسماء والصفات،واشتملت سورة الكافرون على التوحيد العملي، وهو: توحيد الألوهية.

Surat Al Ikhlas mengandung atas penjelasan tauhid Al Ilmu yaitu: tauhid Rububiyyah, dan Asma wa sifst, dan surst Al kafirun mengandung atas penjelasan tauhid Amali, yaitu: tauhid Uluhiyah

ولا يصح جعل توحيد الحاكمية نوعًا من أنواع التوحيد ورابعًا لها، بل هو من لوازمها لقوله عز وجل: ( إِنِ الْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ) [الأنعام:٥٧].

Dan tidak tepat menjadikan tauhid hakimiyah sebagai salah satu tauhid dari Macam-Macam tauhid menjadi 4 tauhid, akan tetapi itu adalah hak Allah berdasarkan firman Allah:

Menetapkan hukum itu hanyalah hak Allah.[Surat Al An’am: 57]

وقوله: (وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ)[المائدة: ٤٤]

Dan firman Allah: “Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” [Surat Al-Ma’idah 44]

ومن عقيدة الموحدين أنهم يؤمنون بما وصف الله به نفسه من الأسماء والصفات دون تحريف أو تعطيل أو تكييف أو تمثيل أو تشبيه أو تأويل، ودأبهم الإثبات المفصل والنفي البحمل،

Dan siapa saja yang aqidahnya satu (bertauhid) dan bahwasanya mereka beriman terhadap sifat Allah dengan

إمتثالًا لقوله تعالى: (لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ)[الشورى: ١١]

“Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” [Surat Ash-Shura 11]

______

(١) مدارج السالكين(٤٥٠/٣

(1) Madarijus Salikin (3/450

Risalah Makiyah 10-11

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
فصل في العلو

Pasal : Kemahatinggian Allah

فيؤ منون بعلوه سبحانه وتعالى على خلقه كما أخبر عن نفسه في آيات كثيرة كقوله عز وجل: (بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ سَبِّحِ اسْمَ رَبِّكَ الْأَعْلَى)[الأعلى:١]

Maka para salaf terdahulu beriman tentang kemahatinggian Allah atas seluruh makhluk-Nya sebagaimana Allah mengkabarkan tentang dirinya dalam ayat-ayat yang banyak seperti firman Allah: Sucikanlah nama Tuhanmu Yang Maha Tingi,[Surat Al-A’la 1]

وقوله: (وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيمُ) [البقرة : ٢٥٥]

Allah berfirman : “dan Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar” [Surat Al Baqarah: 255]

وقوله: (إِلَيْهِ يَصْعَدُ الْكَلِمُ الطَّيِّبُ) [فاطر: ١٠]

Allah berfirman: “Kepada-Nya-lah naik perkataan-perkataan yang baik.” [Surat Fatir: 10]

وقوله عز وجل: (تَعْرُجُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ إِلَيْهِ)

Dan firman Allah: “Malaikat-malaikat dan Jibril naik (menghadap) kepada Tuhan-Nya.” [Surat Al-Ma’arij 4]

والآيات في كثيرة حتى قيل: في القرآن ألف آية تدل على علو الله عزوجل على خلقه

Dan ayat-ayat Al Qur’an yang banyak sampai dikatakan oleh sebagian ulama : di dalam Al Qur’an ada 1000 ayat yang menunjukkan atas kemahatinggian Allah diatas seluruh makhluk-Nya.

وقال النبي صلى الله عليه وسلم للجارية: أين الله؟ قالت: في السماء، قال: من أنا؟، قالت: أنت رسول الله. قال: أعتقها فإنَّها مؤمنة. (١)

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam berkata kepada seorang budak wanita: dimana Allah? Budak wanita menjawab: diatas langit, beliau bertanya: siapa saya? Budak wanita menjawab: engkau utusan Allah, Rasulullah bersabda: bebaskan dia karena sesungguhnya dia adalah seorang mukminah(1)

وقول زينب رضي الله عنها: زوجكن أهاليكن وزوجني الله تعالى من فوق سبع سموات(٢)

Zainab radhiyallahu anha berkata: kalian dinikahkan dengan wali-wali kalian sedangkan aku dinikahkan oleh Allah yang Maha Tinggi diatas langit ketujuh(2)

وعن سمرة بن جندب رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم أتي بقصعة من ثريد فوضعت بين يدي القوم فتعاقبوها إلى الظهور من غدوة يقوم قوم ويجلس آخرون، فقال رجل لسمرة: أكان يمد؟ فقال سمرة: من أي شيء تتعجب؟ ما كان يمد إلا من ههنا، وأشار بيده إلى السماء.(٣)

Dan dari Samuroh bin Jundub radhiyallahu anhu bercerita : “bahwasanya Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah didatangkan kepada beliau suatu wadah tempat makanan yang terdapat makanan dari roti yang dicampur daging serta diberi kuah, maka nampan itu diletakkan di depan para sahabat maka mereka bergantian menikmati makanan tersebut dari waktu pagi hingga waktu dhuhur. Berdiri suatu kaum dan duduk kaum yang lain (bergantian makan). Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Samuroh: apakah itu tetap seperti itu (turun diberi makanan)? Samuroh berkata: dari sesuatu apakah kamu heran? Tidaklah itu diberikan Allah kecuali arah sana, dan Samuroh mengisyaratkan jarinya kelangit(3)

_________

(١) رواه مسلم (٥٣٧، ١٢٢٧)

(1) riwayat Muslim (537,1227)

(٢) رواه البخاري (٧٤٢٠)

(2) riwayat Bukhari (7420)

(٣) رواه الترمذي (٣٦٢٥) وابن حبان(٦٤٩٥) والدارمي(٥٦) واللفظ لهما وصححه الإمام الألباني رحمه الله في [المشكاة رقم ٥٩٢٨]

(3) riwayat Tirmidzi(3625) dan Ibnj Hibban(6495) dan Ad Darimi(56) dan lafadz dari keduanya dan dishahihkan Imam Al Albani dalam [Al Misykat nomor 5928]

Risalah Makiyah 12-14

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah
فصل صفة الاستواء

Pasal Sifat Istiwa
ومن عقيدة الموحدين أنهم يؤمنون باستوائه على عرشه استواءً يليق بجلاله

Diantara akidah para ahli tauhid bahwasanya mereka beriman dengan sifat istiwa Allah diatas arsyNya dengan sifat istiwa yang sesuai dengan keagungannya.

كما جاء عن سلف هذه الأمة من الصحابة والتابعين وتابعيهم بإحسان،

Sebagaimana telah datang dari para pendahulu umat ini dari kalangan para sahabat, tabi’in, dan pengikutnya para tabi’in yang mengikuti dengan baik.

أن الاستواء معلوم، والكيف مجهول، والإيمان به واجب، والسؤال عن الكيف بدعة.

Bahwasanya istiwa’ nya Allah adalah sudah diketahui. Dan bagaimana tata cara istiwa Allah tidaklah diketahui, beriman dengan istiwa Allah adalah wajib, dan bertanya tentang bagaimana tata cara istiwa Allah adalah sesuatu yang diada-adakan.

وأدلتهم كثيرة في كتاب الله وسنة رسول الله صلى الله عليه وسلم، فمن ذلك قول الله عز وجل: (الرَّحْمَٰنُ عَلَى الْعَرْشِ اسْتَوَىٰ)[طه:٥]

Dan dalil-dalil mereka (para ahli tauhid) sangat banyak yang terdapat dalam Al-Quran dan Sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam, maka diantara Dalilnya adalah firman Allah: “(Yaitu) Tuhan Yang Maha Pemurah. Yang bersemayam di atas ‘Arsy.” [Surat Ta-Ha 5]

وقال سبحانه وتعالى: (إِنَّ رَبَّكُمُ اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ)[الأعراف:٥٤، يونس:٣]

Allah berfirman: “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy” [Surat Al-A’raf 54, Yunus 3]

وقال سبحانه وتعالى: (اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ )[الرعد: ٢]

Allah berfirman : “Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arasy,” [Surat Ar-Ra’d 2]

وقال سبحانه وتعالى: (الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ الرَّحْمَٰنُ فَاسْأَلْ بِهِ خَبِيرًا)[الفرقان: ٥٩]

Allah berfirman: “Yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, kemudian dia bersemayam di atas ‘Arsy, (Dialah) Yang Maha Pemurah, maka tanyakanlah (tentang Allah) kepada yang lebih mengetahui (Muhammad) tentang Dia.” [Surat Al-Furqan 59]

وقال سبحانه وتعالى: (اللَّهُ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَمَا بَيْنَهُمَا فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ )[السجدة: ٤]

Allah berfirman: “Allah lah yang menciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya dalam enam masa, kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.”[Surat As-Sajdah 4]

وقال سبحانه وتعالى: (هُوَ الَّذِي خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ فِي سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۚ )

Allah berfirman: “Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa: Kemudian Dia bersemayam di atas ‘Arsy.” [Surat Al-Hadid 4]

وقول النبي صلى الله عليه وسلم:، اهتزَّ عرش الرَّحمن لموت سعد بن معاذ(١).

Perkataan Nabi shallallahu alaihi wasallam: bergetar arsy Allah disebabkan kematian Sa’ad bin Muadz(1)

وقوله صلى الله عليه وسلم: فإذا سألتم الله فاسألوه الفردوس فإنَّه أوسط الجنَّة وأعلى الجنة أراه فوقه عرش الرحمن ومنه تفجر أنهار الجنة.

قال محمد بن فليح عن أبيه: وفوقه عرش الرحمن(٢)

Perkataan Nabi shallallahu alaihi wasallam: maka apabila kalian meminta kepada Allah maka mintalah kepada Allah surga Firdaus, karena sesungguhnya surga Firdaus adalah surga yang paling utama dan paling luas. Dan surga yang paling tinggi, aku diperlihatkan surga Firdaus diatas surgs Firdaus adalah Arsy Ar Rahman, dari surga Firdaus mengalir sungai-sungai surga.

Muhammad bin Fulaih berkata dari Fulaih: diatas surga Firdaus adalah Arsy Allah(2)

وقال ابن عباس رضي الله عنهما: الكرسي موضع القدمين، والعرش لا يقدر أحد قدره(٣)

Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata: Kursi Allah adalah tempatnya kedua tapak kaki Allah, sedangkan Arsy Allah tidak ada seorangpun yang mengetahui kebesarannya(3)

______

(١) رواه البخاري (٣٥٩٢) ومسلم (٢٤٦٦)

(1) riwayat Bukhari (3592) Muslim (2466)

(٢) رواه البخاري (٦٩٨٧)

(2) riwayat Bukhari (6987)

(٣) أخرجه الحاكم في [المتدرك رقم ٣١١٦]، وصححه الإمام الألباني رحمه الله موقوفًا في العقيدة الطحاوية (٣١١/١)

(3) dikeluarkan oleh Al Hakim dala Mustadrak no. 3116, dishahihkan oleh Imam Al Albani Rahimahullah secara mauquf dalam Aqidah Thahawiyah(1/311)

Risalah Makiyah 15-16

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

فصل: إثبات صفة النزول والمجيء

Pasal: penetapan sifat turunnya Allah dan sifat datangnya Allah

و يؤمنون بنوزوله سبحانه كما أخبر عنه نبيه صلى الله عليه وسلم بقوله: (ينزل ربنا كل ليلة إلى السماء الدنيا، حين يبقى ثلث الليل الآخر، فيقول: من يدعوني فأستجيب له؟ من يسألني فأعطيه؟ من يستغفرني فأغفر له؟) متفق عليهل(١)

Dan mereka (ahli tauhid) mengimani dengan sifat turunnya Allah yang maha suci sebagaimana Nabi telah mengabarkan tentang sifat turunnya Allah dengan sabdanya: Allah yang maha suci dan Maha tinggi turun di setiap malam ke langit dunia, ketika tersisa ⅓ malam yang terakhir, maka Allah berfirman: siapa yang berdoa kepadaKu maka aku akan penuhi permohonanannya, siapa yang meminta kepadaku, maka aku akan memberinya, dan barangsiapa yang meminta ampun maka aku akan ampuni dosanya(1)

فمن تأول الحديث على نزول ملائكته أو رحمته أو غير ذلك فهو مبتدع ضال مخالف المراد رسوله صلى الله عليه وسلم، وصحابته الكرام، وسلف هذه الأمة.

Maka barangsiapa mentakwil (memberikan makna dengan makna yang batil) hadits diatas bahwa yang turun adalah malaikat Allah atau yang turun adalah rahmatnya Allah atau dengan makna selainnya dari hal itu maka dia adalah seseorang yang telah melakukan bid’ah dan telah tersesat dari jalan kebenaran dan menyelisihi apa yang dikehendaki oleh Rasul-Nya, para sahabat yang mulia dan para pendahulu umat ini.

ويؤمنون بمجيئه كما أخبر عن نفسه سبحانه، بقوله: (وَجَاءَ رَبُّكَ وَالْمَلَكُ صَفًّا صَفًّا)[الفجر:٢٢]

Dan mereka beriman dengan sifat datangnya Allah sebagaimana Allah telah mengabarkan tentang dirinya, dengan firmannya: “dan datanglah Tuhanmu; sedang malaikat berbaris-baris.” [Surat Al-Fajr 22]

وبدنوه وبنزوله،كما أخبر عنه النبي صلى الله عليه وسلم أنه: ليدنو(٢)،وفي رواية: ينزل(٣)، كما يليق بجلاله،

Dan Ahlus Sunnah wal jama’ah mengimani dengan sifat dekatnya Allah dan sifat turunnya Allah, sebagaimana Nabi shallallahu alaihi wasallam telah mengabarkan bahwasanya Allah: benar-benar maha dekat(2), dalam riwayat lain: turun(3), tetapi keduanya sebagaimana yang sesuai dengan keagungan Allah,

وبإتيانه كما في قوله سبحانه وتعالى: (هَلْ يَنْظُرُونَ إِلَّا أَنْ يَأْتِيَهُمُ اللَّهُ فِي ظُلَلٍ مِنَ الْغَمَامِ وَالْمَلَائِكَةُ وَقُضِيَ الْأَمْرُ ۚ وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ)[البقرة:٢١٠]

Dan Ahlus Sunnah wal jama’ah mengimani tentang kedatangan Allah sebagaimana firman Allah: “Tiada yang mereka nanti-nantikan melainkan datangnya Allah dan malaikat (pada hari kiamat) dalam naungan awan, dan diputuskanlah perkaranya. Dan hanya kepada Allah dikembalikan segala urusan.” [Surat Al-Baqarah 210]

وهم بذلك يؤمنون بقوله عز وجل: (لَيْسَ كَمِثْلِهِ شَيْءٌ ۖ وَهُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ) [الشورى: ١١]

Dan mereka dengan hal itu mengimani dengan firman Allah: “Tidak ada sesuatupun yang serupa dengan Dia, dan Dialah yang Maha Mendengar dan Melihat.” [Surat Syuro : 11]

وقوله سبحانه وتعالى: (هَلْ تَعْلَمُ لَهُ سَمِيًّا)[مريم: ٦٥]

Dan firman Allah: “Apakah kamu mengetahui ada seorang yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?” [Surat Maryam 65]

وبقوله سبحانه وتعالى: (وَلَمْ يَكُنْ لَهُ كُفُوًا أَحَدٌ)[الإخلاص: ٤]

Dan firman Allah: “dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia”.[Surat Al-Ikhlas 4]

وقوله سبحانه وتعالى: (فَلَا تَضْرِبُوا لِلَّهِ الْأَمْثَالَ ۚ )

Dan firman Allah : “Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah.” [Surat An-Nahl 74]

_________

(١) رواه البخاري(١٠٩٤) ومسلم(٧٥٨)

(1) riwayat Bukhari (1094) dan Muslim (758)

(٢)أخرجه مسلم (١٣٤٨)

(2) dikeluarkan oleh Muslim (1348)

(٣) أخرجه البخاري(١٠٩٤) ومسلم (٧٥٨)

(3) dikeluarkan oleh Bukhari (1094) dan Muslim (758)

Risalah Makiyah 20-21

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

فصل: في صفات الذات

Pasal: tentang sifat dzat Allah

صفة الوجه

Sifay wajah Allah

ويؤمنون بجميع ما أخبر به عن نفسه من الصفات كقوله عز وجل: (وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ)[الرحمن: ٢٧]

Dan mereka Ahlus Sunnah wal jama’ah beriman dengan seluruh apa saja sifat yang Allah telah kabarkan tentang dirinya dari berbagai macam sifat yang dimiliki Allah, sebagaimana firman Allah: “Dan tetap kekal  wajah Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan.” [Surat Ar-Rahman 27]

ولقوله عز وجل: (إِلَّا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِ الْأَعْلَىٰ)[الليل: ٢٠]

Dan firman Allah: “tetapi (dia memberikan itu semata-mata) karena mencari wajah Tuhannya yang Maha Tinggi.”

[Surat Al-Layl 20]

وقوله: (كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ ۚ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ)[القصص: ٨٨]

Dan firman Allah: “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali wajah Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” [Surat Al-Qasas 88]

ولقول النبي صلى الله عليه وسلم: (وما بين القوم وبين أن ينظروا إلى ربهم إلا رداء الكبرياء على وجهه في جنة عدن) (١)

Dan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: dan tidak ada diantara kaum dan antara mereka melihat kepada Allah melainkan hanya ada selendang kebesarannya yang ada diatas wajah Allah di surga Adn(1)

وقال صلى الله عليه وسلم: حجابه النور – وفي رواية أبي بكر النار- لو كشفه لأحرقت سبحات وجهه ما انتهى إليه بصره من خلقه(٢)

Dan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: hijabnya Allah adalah cahaya, – dalam sebagian riwayat dari Abu Bakr bahwa hijabnya Allah adalah Api – seandainya Allah membukanya tentulah akan membakar apa yang padanya pandangan Allah dengan makhluk-Nya(2)

_______

(١) رواه البخاري(١٨٠)، ومسلم (٧٠٠٦)

(1) riwayat Bukhari (180) dan Muslim (7006)

(٢) رواه مسلم(١٧٩)

(2) riwayat Muslim (179)

Risalah Makiyah 17-19

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

فصل صفة الكلام

Pasal sifat berbicara bagi Allah.

ومن عقيدة الموحدين أنهم يؤمنون بملامه، وأن القرآن كلامه غير مخلوق، منه نزل وإليه يعود، ويثبتون صفة كلام الله عزوجل، وأنه يتكلم إذا شاء ومتى شاء وكيف شاء بصوت مسموع كما في قوله عز وجل:

Dan diantara aqidah ahli tauhid bahwasanya mereka beriman dengan sifat berbicaranya Allah, dan sesungguhnya Al Qur’an firmannya Allah dan bukan makhluk, dari Allah-lah Al Qur’an itu turun dan hanya kepada Allah Al Qur’an itu akan kembali, dan mereka (Ahli tauhid) juga menetapkan sifat berbicara hanya bagi Allah, dan bahwa Allah Maha Berbicara apabila Allah menghendaki, dan kapan Allah kehendaki, dan bagaimana yang Allah kehendaki, dengan suara yang bisa didengar. Sebagaimana firman Allah:

(وَكَلَّمَ اللَّهُ مُوسَىٰ تَكْلِيمًا) [النساء: ١٦٤]

“Dan Allah telah berbicara kepada Musa dengan langsung.” [Surat An Nisa: 164]

وقوله عز وجل: (وَكَلَّمَهُ رَبُّهُ) [الأعراف: ١٤٣]

“dan Tuhan telah berfirman (langsung) kepadanya,” [Surat Al A’raf : 143]

وقوله عز وجل: (قُلْ لَوْ كَانَ الْبَحْرُ مِدَادًا لِكَلِمَاتِ رَبِّي لَنَفِدَ الْبَحْرُ قَبْلَ أَنْ تَنْفَدَ كَلِمَاتُ رَبِّي وَلَوْ جِئْنَا بِمِثْلِهِ مَدَدًا)[الكهف: ١٠٩]

“Katakanlah: Sekiranya lautan menjadi tinta untuk (menulis) kalimat-kalimat Tuhanku, sungguh habislah lautan itu sebelum habis (ditulis) kalimat-kalimat Tuhanku, meskipun Kami datangkan tambahan sebanyak itu (pula)”. [Surat Al-Kahf 109]

وقوله عز وجل: (وَلَوْ أَنَّمَا فِي الْأَرْضِ مِنْ شَجَرَةٍ أَقْلَامٌ وَالْبَحْرُ يَمُدُّهُ مِنْ بَعْدِهِ سَبْعَةُ أَبْحُرٍ مَا نَفِدَتْ كَلِمَاتُ اللَّهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ)[لقمان: ٢٧]

“Dan seandainya pohon-pohon di bumi menjadi pena dan laut (menjadi tinta), ditambahkan kepadanya tujuh laut (lagi) sesudah (kering)nya, niscaya tidak akan habis-habisnya (dituliskan) kalimat Allah. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” [Surat Luqman 27]

وأنه يكلم من شاء من خلقه، كما أخبر عنه النبي صلى الله عليه وسلم بقوله: ما منكم من أحد إلا سيكلمه ربه، ليس بينه وبينه ترجمان، ولا حجاب يحجبه(١)

Dan bahwa Allah berbicara kepada siapa saja yang Allah kehendaki dari makhluknya, sebagaimana Nabi telah mengabarkan tentangnya, dengan sabda beliau: tidak ada diantara kalian seorang pun juga kecuali akan berbicara kepada Rabbnya, tidak ada diantara dia dan Allah penerjemah dan tidak ada penghalang yang menutupi dirinya dengan Allah(1)

وقوله لجابر بن عبد الله رضي الله عنهما: أفلا أبشرك بما لقي الله به أباك؟ قال: بلى يا رسول الله. قال: ما كلم الله أحدا قط إلا من وراء حجاب، وأحيا أباك فكلمه كفاحا. فقال: يا عبدي تمن علي أعطك. قال: يا رب تحييني فأقتل فيك ثانية. قال الرب عز وجل: إنه قد سبق مني أنهم إليها لا يرجعون(٢)

Dan sabda Nabi kepada Jabir bin Abdullah radhiyallahu anhuma : maukah aku beritahukan sebuah kabar gembira dengan sesuatu yang Allah kelak akan menjumpai ayahmu? Jabir menjawab: mau ya Rasulullah. Nabi bersabda: tidaklah Allah berbicara kepada seorangpun sama sekali kecuali dari belakang tirai, maka nanti pada hari kiamat Allah akan menghidupkan ayahmu, maka Allah berbicara dengan ayahmu dengan berhadapan. Maka Allah berfirman: Wahai hambaku, berharaplah kepadaku Aku akan memberi apa yang kau harapkan. Abdullah berkata: wahai Tuhanku, hidupkanlah aku kembali agar aku bisa terbunuh di jalanmu untuk kedua kali. Allah berfirman: sesungguhnya telah berlalu keputusan dariku bahwasanya mereka tidak akan dikembalikan di dunia(2)

وقوله صلى الله عليه وسلم: يحشر الله العباد، فيناديهم بصوت يسمعه من بعد كما يسمعه من قرب: أنا الملك، أنا الديان(٣)

Dan sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: Allah jelak akan mengumpulkan semua hambanya kemudian Allah memanggil mereka dengan suara yang bisa mendengar suaranya Allah siapa yang jauh sebagaimana juga bisa mendengar siapa yang dekat. Dan berfirman: Aku adalah raja, aku adalah hakim yang mengadili dan yang memberikan ganjaran.
_______

(١) رواه البخاري(٧٠٠٥) وللفظ له، ومسلم(١٠١٦)

(1) riwayat Bukhari (7005) dan lafadznya, dan Muslim (1016)

(٢) رواه الترمذي(٣٠١٠)، وابن  ماجه(١٩٠)،وصححه الإمام الألباني رحمه الله في صحيح الجامع(٧٩٠٥)

(2) riwayat Tirmidzi (3010), Ibnu Majah(190), dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih Jami’ (7905)

(٣) أخرجه الإمام أحمد(١٦،٨٥)، والطبرني في مجمع الزوائد (١٣٣/١) وعلقه البخاري في صحيحه (٢٧١٩/٦) ووصله في أفعال العباد (ص ٨٩)، وفي الادب المفرد(٩٧٠) وصححه الإمام الألباني رحمه الله في ظلال الجنة في تخريج السنة(رقم ٥١٤)

(3) dikeluarkan oleh Imam Ahmad (16, 85) ath thabrani dalam majmu’ az zawaid (1/133), Bukhari dalam Shahih nya (6/2719) dan (halaman 89), dan dalam adabul mufrad (970) dan dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam dzilali jannah fii takriji assannah (nomor 514)

Risalah Makiyah 22-23

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

صفة اليدين

Pasal sifat kedua tangan Allah

و يؤمنون بما أثبته لنفسه سبحانه من صفة اليدين، كقوله عز وجل:

Dan Ahlus Sunnah wal jama’ah beriman dengan perkara yang Allah telah tetapkan perkara tersebut untuk dirinya yang Maha suci berupa sifat kedua tangannya Allah. Sebagaimana firman Allah:

(بَلْ يَدَاهُ مَبْسُوطَتَانِ) [المائدة: ٦٤]

“tetapi kedua tangan Allah terbuka”[Surat Al Maidah: 64]

وقوله سبحانه: (يَدُ اللَّهِ فَوْقَ أَيْدِيهِمْ ۚ) [الفتح: ١٠]

Allah berfirman: “Tangan Allah di atas tangan mereka”[Surat Al Fath: 10]

وقوله سبحانه: (مِمَّا عَمِلَتْ أَيْدِينَا)

Allah berfirman: “Kami ciptakan dengan tangan Kami” [Surat Ya-Seen 71]

ولا تنافي بين الإفراد، والتثنية، والجمع،لدلالة السياق،

Dan tidak ada perbedaan dan pertentangan antara sifat Allah yang disebutkan secara tunggal, dan disebutkan secara ganda maupun disebutkan secara Jamak. Berdasarkan apa yang ditunjukkan oleh konteks kalimat

ويبين ذلك قول النبي صلى الله عليه وسلم: (وكلتا يديه يمين)(١)،

dan yang menjelaskan hal itu adalah sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: dan kedua tangan Allah adalah kanan(1)

وقوله صلى الله عليه وسلم:(بيده الميزان)(٢)

dan juga sabda Nabi shallallahu alaihi wasallam: di tangan Allah ada timbangan amalan.(2)

وإقراره الحبر اليهودي الذي قال:(يا محمد-أو يا أبا القاسم- إن الله تعالى يمسك السماوات يوم القيامة على إصبع، والأرضين على إصبع، والجبال والشجر على إصبع، والماء والثرى على إصبع، وسائر الخلق على إصبع، ثم يهزهن، فيقول: أنا الملك، أنا الملك، فضحك رسول الله صلى الله عليه وسلم تعجبا مما قال الحبر، تصديقا له، ثم قرأ: (وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ)[الزمر: ٦٧] (٣)

Dan penetapan Nabi shallallahu alaihi wasallam terhadap seorang pendeta Yahudi yang pernah mengatakan dihadapan Nabi: Wahai Muhammad – atau Wahai Abu Qasim- sesungguhnya Allah memegang langit pada hari kiamat di satu jarinya, dan memegang bumi diatas satu jarinya. Dan memegang gunung-gunung dan pohon-pohon diatas satu jarinya. Memegang air dan tanah diatas satu jarinya dan memegang seluruh makhluk diatas satu jarinya. Kemudian Allah menggoncangkan semya yang ada di jarinya dan berfirman: Aku adalah Raja dan penguasa, aku adalah raja dan penguasa. Maka Nabi shallallahu alaihi wasallam tertawa terheran-heran dari yang dikatakan oleh pendeta yahudi, Nabi membenarkan pendeta yahudi tersebut kemudian membaca: “Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari kiamat dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Maha Suci Tuhan dan Maha Tinggi Dia dari apa yang mereka persekutukan.” [Surat Az-Zumar 67](3)
________

(١) رواه مسلم(١٨٢٧)

(1) riwayat Muslim(1827)

(٢)رواه البخاري(٤٤٠٧)

(2) riwayat Bukhari (4407)

(٣) رواه البخاري(٤٥٣٣)، ومسلم(٢٧٨٦)،واللفظ له، والآية في الزمر(٦٧)

(3) riwayat Bukhari (4533), Muslim (2786), dan ayat surar Az Zumar(67)

Risalah Makiyah 24

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

صفة العينين

Sifat kedua mata bagi Allah

ويؤمنون بما أثبت لنفسه سبحانه من صفة العينين،

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) beriman dengan perkara yang Allah tetapkan untuk dirinya berupa sifat kedua mata

كما في قوله عز وجل: (وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِي)[طه: ٣٩]

Sebagaimana firman Allah: “dan supaya kamu diasuh di bawah pengawasan-Ku,” [Surat Ta-Ha 39]

وقوله: (وَاصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا)[هود: ٣٧]

Dan Allah berfirman: “Dan buatlah bahtera itu dengan pengawasan kami” [Surat Hud 37]

وقوله: (فَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِ أَنِ اصْنَعِ الْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا)[المؤمنين: ٢٧]

Dan firman Allah: “Lalu Kami wahyukan kepadanya: “Buatlah bahtera di bawah penglihatan kami” [Surat Al-Mu’minun 27]

وقوله: (وَاصْبِرْ لِحُكْمِ رَبِّكَ فَإِنَّكَ بِأَعْيُنِنَا ۖ )[الطور: ٤٨]

Dan Allah berfirman: “Dan bersabarlah dalam menunggu ketetapan Tuhanmu, maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami,” [Surat At-Tur 48]

وبيَّن ذلك قول النبي صلى الله عليه وسلم: إنَّ الله ليس بأعور – وأشار بيده إلى عينه – وإن المسيح الدجال أعور العين اليمنى(١)

Dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam telah menjelaskan hal itu (tentang kedua mata bagi Allah) dalam sabdanya : sesungguhnya Allah tidak buta sebelah -sambil beliau mengisyaratkan dengan tangannya ke matanya- ‘dan bahwasanya al masih addajjal buta sebelah kanan, (1)

فأثبت له النبي صلى الله عليه وسلم صفة العينين على ما يليق بجلاله سبحانه وتعالى

Dan Nabi shallallahu alaihi wasallam telah menetapkan sifat kedua mata bagi Allah sesuai dengan keagungan Allah

_______

(١) رواه البخاري(٧٤٠٧) واللفظ له، ومسلم(١٦٩)

(1) riwayat Bukhari(7407) dan lafadz ini milik Bukhari, dan Muslim (169)

Risalah Makiyah 25

 

Pemateri dan penerjemah : Ustad Muhammad Yusron

e-book : Risalah Makiyah

صفة القدمين

Sifat kedua telapak kaki Allah

ويؤمنون بما أثبته له نبيه صلى الله عليه وسلم من صفة القدم والرجل،

Dan mereka (Ahlus Sunnah wal jama’ah) beriman dengan apa saja yang ditetapkan untuk Allah oleh Nabinya shallallahu alaihi wasallam berupa sifat telapak kaki Allah.

كما في قوله: حتى يضع الله_ تبارك وتعالى_ رجله(١)

Sebagaimana sabda Nabi: hingga Allah meletakkan kakinya(1)

وفي رواية: حتى يضع فيها رب العزة تبارك وتعالى قدمه(٢)

Dan dalam riwayat yang lain: hingga Rabb yang memiliki keperkasaan meletakkan telapak kakinya di dalam neraka(2)

ولفظ الرجل يطلق ويراد به القدم.

Dan lafadzh kakk biasa diucapkan namun yang dimaksudkan adalah telapak kaki.

وقال ابن عباس رضي الله عنهما: الكرسي موضع القدمين(٣)

Dan Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma berkata : kursi Allah adalah tempat kedua telapak kaki Allah

________

(١) رواه البخاري(٤٥٦٩) ومسلم (٢٨٤٦)

(1) riwayat Bukhari(4569), dan Muslim(2846)

(٢) رواه البخاري(٦٩٤٩) ومسلم(٢٨٤٦)،(٢٨٤٨)

(2) riwayat Bukhari(6949), dan Muslim(2846),(2848)

(٣) أخرجه الدارقطني في الصفات(٣٠/١، رقم ٣٦)، وصححه الإمام الألباني رحمه الله في [مختصر العلو ص ٧٥] وفي [تخريج الطحاوية ص ٣١١]

(3) dikeluarkan oleh Daruquthni dalam Ash Shifat (1/30, nomor 36), dan dishahihkan oleh Imam Al Albani Rahimahullah dalam [mukhtashor al uluw, halaman 75] dan dalam [takhrij Ath Thahawiyah halaman 311]