HSI 06 – Kajian 11 – sifat akhlak malaikat 2

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 11 | Beriman Dengan Sifat-sifat Akhlaq Malaikat Bagian 2

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-11 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Akhlaq Malaikat Bagian 2”.

Diantara sifat-sifat akhlaq malaikat adalah:

● Kedua: Sifat malu

Malu adalah sifat mulia yang membawa seseorang untuk meninggalkan yang buruk dan membawanya kepada akhlaq yang mulia, bahkan dia adalah termasuk cabang keimanan.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda berbicara tentang ‘Utsmān Ibnu ‘Affan radhiyallāhu ‘anhu:

أَلَا أَسْتَحِي مِنْ رَجُلٍ تَسْتَحِي مِنْهُ الْمَلَائِكَةُ؟

“Apakah aku tidak malu dari seorang laki-laki yang malaikat malu kepadanya?” (HR. Muslim IV/1866, no.2041 kitab “Fadhaa-ilush Shahaabah” bab “min fadhaa-ili Utsman”)

Imām An-Nawawiy rahimahullāh di dalam kitab beliau Al-Minhāj ketika menjelaskan hadīts ini, beliau berkata:

وَفِيهِ فَضِيلَةٌ ظَاهِرَةٌ لِعُثْمَانَ وَجَلَالَتُهُ عِنْدَ الْمَلَائِكَةِ وَأَنَّ الْحَيَاءَ صِفَةٌ جَمِيلَةٌ مِنْ صِفَاتِ الْمَلَائِكَةِ

“Di dalam hadīts ini ada keutamaan yang jelas bagi ‘Utsmān dan keagungan beliau di sisi para malaikat dan bahwasanya malu adalah sifat yang indah diantara sifat-sifat malaikat.” (Syarh an-Nawawi ‘alaa Muslim (XV/169

Dan di antara sifat-sifat akhlaq malaikat:

● Ketiga: Tidak sombong untuk beribadah kepada Allāh, merendahkan diri kepada Allāh

Dan tidak sombong untuk beribadah kepadaNya adalah sifat yang mulia. Allāh telah mensifati malaikat-malaikatNya dengan sifat yang mulia ini.

لَّن يَسْتَنكِفَ الْمَسِيحُ أَن يَكُونَ عَبْدًا لِّلَّهِ وَلَا الْمَلَائِكَةُ الْمُقَرَّبُونَ ۚ وَمَن يَسْتَنكِفْ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيَسْتَكْبِرْ فَسَيَحْشُرُهُمْ إِلَيْهِ جَمِيعًا

“‘Īsā Al-Masīh tidak menahan dirinya untuk menjadi seorang hamba Allāh, demikian pula malaikat-malaikat Allāh yang didekatkan. Dan barangsiapa yang menahan diri dari beribadah kepada Allāh dan sombong maka Allāh akan mengumpulkan mereka semuanya.” (An-Nisā 172)

Dan akan datang in syā Allāh  pembahasan tentang ibadah-ibadah malaikat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 12 – amalan malaikat 1

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 12 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 1

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-12 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 1”.

Diantara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan amalan-amalan mereka yang kita ketahui.

Amalan-amalan malaikat;

√ Ada yang berupa ibadah

√ Ada yang berupa tugas;

• √ Tugas yang berkaitan dengan alam semesta

• √ Tugas yang berkaitan dengan manusia

Allāh Subhānahu wa Ta’āla telah menciptakan malaikat dan menjadikan mereka beribadah dengan ibadah-ibadah yang agung. Mereka adalah hamba-hamba Allāh yang dimuliakan.

Di antara bentuk ibadah mereka;

● ⑴ TASBĪH

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman menceritakan tentang ucapan para malaikat ketika Allāh menciptakan Ādam.

Mereka mengatakan :

وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ

“Sedangkan kami bertasbih dengan memujiMu dan mensucikanMu.” (Al-Baqarah 30)

Dan mereka bertasbih siang dan malam tidak pernah jemu. Allāh berfirman:

فَإِنِ اسْتَكْبَرُوا فَالَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ يُسَبِّحُونَ لَهُ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَهُمْ لَا يَسْأَمُونَ ۩

“Seandainya mereka sombong maka sesungguhnya malaikat-malaikat yang berada di sisi Rabbmu bertasbih untuknya siang dan malam dan mereka tidak jemu.” (Fushshilat 38)

Di dalam hadīts, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam ditanya tentang ucapan apa yang paling baik. Beliau bersabda:

مَا اصْطَفَى اللَّهُ لِمَلائِكَتِهِ أَوْ لِعِبَادِهِ : سُبْحَانَ اللَّهِ وَبَحِمْدِهِ

“Yang paling baik adalah ucapan yang Allāh pilih untuk para malaikatNya atau hamba-hambaNya yaitu ucapan ‘Subhānallāhi wa bihamdih’.” (HR. Muslim IV/209,no.2731)

Makna tasbīh adalah:

◆ Mensucikan Allāh dari segala sifat kekurangan yang tidak pantas bagi Allāh.

Dan,

◆ Menetapkan segala sifat kesempurnaan bagi Allāh.

Yang kedua, diantara ibadah para malaikat adalah;

● ⑵ MENDO’AKAN

Para malaikat secara umum mereka mendo’akan untuk orang-orang yang beriman, sebagaimana firman Allāh:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُم مِّنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dialah Allāh yang menguji kalian dan demikian malaikatNya mendo’akan kebaikan untuk kalian supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Dan Dia Allāh sangat sayang kepada orang-orang yang beriman.” (Al-Ahzāb 43)

Dan mendo’akan secara khusus bagi orang-orang yang beriman yang melakukan amal shālih tertentu, di antaranya adalah;

•⑴ Do’a mereka untuk pengajar agama.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

“Sesungguhnya Allāh dan malaikat-malaikatNya dan penduduk langit dan bumi sampai semut-semut di sarangnya dan ikan-ikan sungguh-sungguh mendo’akan kebaikan bagi seorang yang mengajarkan manusia kebaikan.” (Hadīts hasan riwayat Tirmidzi IV/154)

• ⑵ Mereka juga mendo’akan untuk orang yang menunggu didirikannya shalat dan orang yang duduk di masjid setelah shalat.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda di dalam sebuah hadīts yang diriwayatkan oleh Bukhāri I/171 no. 434 dan Muslim I/449-450:

الْمَلَائِكَةُ تُصَلِّي عَلَى أَحَدِكُمْ مَا دَامَ فِي مُصَلَّاهُ الَّذِي صَلَّى فِيهِ مَا لَمْ يُحْدِثْ فِيْهِ تَقوْلُ:  اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ

“Para malaikat mendo’akan kebaikan untuk salah seorang di antara kalian selama dia berada di tempat shalatnya selama dia belum berhadats. Malaikat berkata: ‘Yā Allāh, ampunilah dia. Yā Allāh rahmatilah dia’.”

Di dalam riwayat Muslim, Beliau mengatakan:

لَا يَزَالُ الْعَبْدُ فِي صَلَاةٍ مَا كَانَ فِي مُصَلَّاهُ يَنْتَظِرُ الصَّلَاةَ وَتَقُولُ الْمَلَائِكَةُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ اللَّهُمَّ ارْحَمْهُ حَتَّى يَنْصَرِفَ أَوْ يُحْدِثَ

“Senantiasa seorang hamba di dalam shalat selama dia berada di tempat shalat menunggu didirikannya shalat dan malaikat berkata: ‘Yā Allāh, ampunilah dia. Yā Allāh rahmatilah dia’, sehingga dia pergi atau berhadats.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 13 – amalan malaikat 2

download audio

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 13 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 2

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-13 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 2”.

Diantara orang-orang yang malaikat do’akan secara khusus adalah :

⑴ Orang yang shalat di shaf-shaf yang pertama ketika shalat berjama’ah.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصِلُّونَ عَلَى الصُّفُوفِ الأُولَ

“Sesungguhnya Allāh dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk orang-orang yang berada di shaf-shaf yang pertama”.

(Hadits shahih, riwayat Abū Dāwūd I/178 no. 664, An-Nasā’i II/90, dan Ibnu Mājah I/318 no. 997)

Dan mereka mendoakan untuk,

⑵ Orang-orang yang menyambung shaf dan menutupi celah-celah yang ada diantara shaf.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الَّذِينَ يَصِلُونَ الصُّفُوفَ وَمَن سَدَّ فُرْجَةً رَفَعَهُ اللهُ بِهَا دَرَجَة

“Sesungguhnya Allāh dan para malaikatNya bershalawat untuk orang-orang yang menyambung shaf. Dan barang siapa yang menutupi satu celah dalam shaf, maka Allāh akan mengangkatnya dengan satu derajat.”

(Hadits shahīh riwayat Ibnu Mājah I/318 no. 995)

Mereka juga mendoakan untuk,

⑶ Orang yang bershalawat atas Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يُصَلِّي عَلَيَّ إِلا صَلَّتْ عَلَيْهِ الْمَلائِكَةُ مَا صَلَّى عَلَيَّ ، فَلْيُقِلَّ الْعَبْدُ مِنْ ذَلِكَ أَوْ لِيُكْثِرْ

“Tidak ada seorang Muslim yang bershalawat kepadaku, kecuali malaikat akan bershalawat untuknya selama dia masih bershalawat kepadaku. Maka hendaklah seorang hamba mempersedikit shalawat kepadaku atau memperbanyak.”

(Hadits hasan riwayat Ibnu Mājah I/294 no. 907)

Para malaikat juga mendoakan bagi,

⑷ Orang yang berinfaq fī sabīlillāh.

Di dalam sebuah hadits Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا وَيَقُولُ الْآخَرُ اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

“Tidak ada satu hari dimana para hamba memasuki waktu pagi, kecuali turun dua  malaikat. Berkata salah satunya, “Yā Allāh, berilah ganti bagi orang yang berinfaq.” Dan berkata yang lain, “Yā Allāh, berilah kehancuran bagi orang yang menahan”, yaitu menahan diri dari infaq yang disyari’atkan.”

(HR. Bukhāri III/304, no. 1442 dan Muslim II/700 no. 1010)

Para ulama mengatakan:

“Do’a dengan diganti disini mencakup infaq dalam keta’atan yang wajib maupun yang sunnah, nafkah untuk keluarga, jamuan untuk tamu, dan yang semisalnya.”

Mereka para malaikat juga mendoakan bagi,

⑸ Orang-orang yang sahur.

Di dalam sebuah hadīts, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى الْمُتَسَحِّرِين

“Sesungguhnya Allāh dan para malaikatNya bershalawat untuk orang orang yang sahur”.

(Hadits hasan riwayat Thabrāni di dalam Al-Ausath dan juga Ibnu Hibban dalam Al Mawaarid 880)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 14 – amalan malaikat 3

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 14 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 3

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-14 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 3”.

Diantara orang-orang yang akan malaikat do’akan secara khusus dengan kebaikan adalah:

⑹ Orang yang menjenguk orang yang sakit.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَا مِنْ مُسْلِمٍ يَعُودُ مُسْلِمًا غُدْوَةً إلا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ حَتَّى يُمْسِيَ , وَإِنْ عَادَهُ عَشِيَّةً إلا صَلَّى عَلَيْهِ سَبْعُونَ أَلْفِ مَلَكٍ حَتَّى يُصْبِحَ ، وَكَانَ لَهُ خَرِيفٌ فِي الْجَنَّةِ

“Tidaklah seorang Muslim menjenguk seorang zmuslim yang lain di waktu pagi kecuali 70.000 malaikat akan bershalawat untuknya sampai sore hari. Dan tidaklah menjenguknya di waktu sore kecuali 70.000 malaikat akan bershalawat untuknya sampai pagi. Dan dia akan mendapatkan petikan buah-buahan di surga.”

(Hadits shahih riwayat Abū Dāwūd III/185, no.3099 dan Tirmidzi)

⑺ Malaikat mengaminkan do’a yang dibaca di samping orang yang meninggal atau orang yang sakit.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِذَا حَضرْتُمُ الْمَرِيضَ، أَوِ المَيِّتَ، فَقُولُوا خيْراً، فَإِنَّ المَلَائِكَةَ يُؤمِّنونَ عَلى مَا تقُولُونَ

“Apabila kalian menghadiri orang yang sakit atau meninggal, maka ucapkanlah kata yang baik, karena sesungguhnya malaikat mengaminkan apa yang kalian ucapkan.”

(HR. Muslim II/633, no.919 Kitab Al-Janaa-iz)

⑻ Malaikat mengaminkan do’a kebaikan untuk saudara se-Islam.

Di dalam sebuah hadits, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

مَنَ دَعَا لِأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ قَالَ الْمَلَكُ لْمَوَكَّلُ بِهِ: آمِينَ وَلَكَ بِمِثْلٍ.

“Barang siapa mendo’akan kebaikan untuk saudaranya dalam keadaan saudaranya tidak mengetahui maka berkata seorang malaikat yang ditugaskan “Āmīn dan bagimu yang semisalnya”.

(HR. Muslim II/2094, no.2732 kitab “adz-Dzikr wad Du’aa”)

Ini menunjukkan keutamaan mendo’akan saudara semuslim dengan sembunyi-sembunyi karena ini lebih ikhlash.

Berkata Imam Nawawi ketika menjelaskan hadits ini:

وَكَانَ بَعْضُ السَّلَفِ إِذَا أَرَادَ أَن يَدعُو لِنَفْسِهِ يَدْعُو لِأَخِيهِ الْمُسْلِم بِتِلْكَ الْدَعْوَةِ ; لِأَنَّهَا تُسْتَجَابُ ، وَيَحْصُلُ لَهُ مِثْلُهَا

“Dahulu sebagian Salaf apabila ingin mendo’akan kebaikan untuk dirinya, maka dia mendo’akan untuk saudaranya semuslim dengan do’a tersebut, karena doa ini mustajab dan dia mendapatkan yang semisalnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 15 – amalan malaikat 4

 

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 15 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 4

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-15 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian ke-4”.

Selain mendo’akan dengan kebaikan, malaikat juga mendo’akan kejelekan bagi orang-orang tertentu dengan perintah dari Allāh.

⑴ Mereka mendo’akan laknat bagi orang yang meninggal dalam keadaan kāfir.

Allāh berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ

“Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan mati dalam keadaan kāfir atas mereka laknat Allāh, para malaikat dan manusia semuanya.” (Al-Baqarah 161)

⑵ Mereka mendo’akan laknat bagi orang yang berbuat bid’ah di kota Madinah atau melindunginya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مدينة حرم من كذا إلى كذا،  لا يقطع شجرها ، ولا يحدث فيها حدث ، من أحدث فيها حدثا فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين

“Madinah adalah tanah Haram dari sini ke sini, tidak dipotong pohonnya dan tidak boleh membuat bid’ah di dalamnya. Barangsiapa yang membuat bid’ah di dalamnya maka atasnya laknat Allāh, para malaikat dan seluruh manusia.” (HR Bukhāri II/661 No. 1768 bab fadhlul Madinah dan Muslim no. 1366)

Dalam Shahīh Muslim no. 1371 dari hadīts Abū Hurairah radhiyallāhu ‘anhu, Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

فمن أحدث فيها حدثاً أو آوى محدثاً فعليه لعنة الله والملائكة والناس أجمعين

“Maka barangsiapa yang membuat bid’ah di dalamnya atau melindungi orang yang membuat bid’ah maka atasnya laknat Allāh, malaikat dan seluruh manusia.”

⑶ Mereka mendo’akan laknat atas orang yang mencela para shahābat Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

من سب اصحابي فعليه لعنة الله والملائكة والناس اجمعين

“Barangsiapa yang mencela para shahābatku maka atasnya laknat Allāh, para malaikat dan seluruh manusia.” (Hadīts shahīh, diriwayatkan oleh Ath-Thabrāniy di dalam Al-Mu’jamul Kabīr XII/142,No.12709)

⑷ Malaikat mendo’akan laknat bagi orang yang mengacungkan senjata kepada saudaranya se-Islam.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

من أشار إلى أخيه بحديدة فإن الملائكة تلعنه حتى وإن كان أخاه لأبيه وأمه

“Barangsiapa yang mengacungkan senjata kepada saudaranya maka para malaikat melaknatnya sampai meskipun orang tersebut adalah saudaranya sebapak dan seibu.” (HR Muslim IV/2020, no.2161 kitab al birr wash shilah)

⑸ Malaikat melaknat wanita yang enggan memenuhi hajat suaminya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إذا دعا الرجل امرأته إلى فراشه فأبت فبات غضبان عليها لعنتها الملائكة حتى تصبح

“Apabila seorang suami mengajak istrinya ke tempat tidur kemudian istri tersebut enggan, kemudian suaminya bermalam dalam keadaan marah maka malaikat melaknat istri tersebut sampai pagi.” (HR Bukhāri IV/1994, no.4897 dan Muslim)

⇒ Yang dimaksud laknat malaikat di dalam dalil-dalil di atas adalah do’a malaikat kepada Allāh supaya Allāh menjauhkan orang tersebut dari rahmat Allāh.

⑹ Dan telah berlalu do’a jelek malaikat atas orang yang menahan dari berinfaq, yaitu menahan dari infaq yang diwajibkan atasnya.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 16 – amalan malaikat 5

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 16 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat (Bagian 5)

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله و على آله وصحبه أجمعين.

Halaqah yang ke-16 dari Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah ke-6 Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 5”.

Diantara ibadah malaikat setelah tasbih dan mendo’akan adalah;

• ⑶ MENGHADIRI MAJLIS DZIKIR.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إن لله تبارك وتعالى ملائكة سيارة فضلا يتبعون مجالس الذكر فإذا وجدوا مجلسا فيه ذكر قعدوا معهم وحف بعضهم بعضا بأجنحتهم حتى يملؤا ما بينهم وبين السماء الدنيا فإذا تفرقوا عرجوا وصعدوا إلى السماء

“Sesungguhnya Allāh Tabāraka wa Ta’āla memiliki malaikat-malaikat tambahan yang senantiasa berjalan mencari majlis-majlis dzikir. Maka apabila menemukan majlis di dalamnya ada dzikir, para malaikat tersebut duduk bersama mereka. Dan mereka saling menaungi dengan sayap mereka sehingga memenuhi antara mereka sampai langit dunia. Maka apabila mereka berpisah (yaitu selesai dari majlis dzikir tersebut), naiklah para malaikat ke langit.”

(HR Bukhāri IV/2353, No. 6045 dan Muslim IV/2170, dan ini adalah lafazh Muslim)

⇒ Maksud dari majlis dzikir disini adalah orang-orang yang berkumpul dalam rangka berdzikir kepada Allāh seperti majlis ilmu dan bukanlah majlis dzikir yang diadakan dengan cara yang tidak sesuai dengan sunnah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.

• ⑷ MALAIKAT MENDENGARKAN KHUTBAH.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إذا كان يوم الجمعة كان على كل باب من أبواب المسجد الملائكة يكتبون الأول فالأول فإذا جلس الإمام طووا الصحف وجاءوا يستمعون الذكر

“Apabila hari Jum’at maka disetiap pintu diantara pintu-pintu masjid ada malaikat-malaikat yang menulis yang pertama-tama datang kemudian yang selanjutnya. Kemudian apabila imam duduk mereka melipat lembaran catatan dan datang untuk mendengarkan dzikir.”

(HR Bukhāri II/407 – al fath dan Muslim II/586 no. 850)

• ⑸ MEREKA MENGATAKAN “ĀMĪN” KETIKA IMAM MENGATAKAN “ĀMĪN” DI DALAM SHALATNYA. DAN MENGATAKAN “ALLĀHUMMA RABBANĀ LAKAL HAMDU” KETIKA IMAM MEMBACA “SAMI’ALLĀHU LIMAN HAMIDAH”.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إذا أمن الإمام فأمنوا، فإنه من وافق تأمينه تأمين الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه

“Apabila imam membaca ‘Āmīn’ maka bacalah Āmīn, karena barangsiapa yang bacaan Āmīnnya bersamaan dengan Āmīn malaikat diampuni dosanya yang telah lalu.”

(HR Bukhāri II/262 – al fath dan Muslim I/307)

Dan Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

إذا قال الإمام سمع الله لمن حمده فقولوا اللهم ربنا لك الحمد فإنه من وافق قوله قول الملائكة غفر له ما تقدم من ذنبه

“Apabila imam membaca ‘Sami’allāhu liman hamidah’ maka katakanlah ‘Allāhumma Rabbanā lakal hamdu’ karena barangsiapa yang ucapannya bersamaan dengan ucapan malaikat diampuni dosanya yang telah lalu.”

(HR Bukhāri II/284dan Muslim I/36 no. 409)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 17 – amalan malaikat 6

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 17 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 6

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-17 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 6”.

Diantara ibadah malaikat yang ke-6 adalah,

• ⑹ SHALĀT

Telah berlalu di dalam sebuah hadits bahwasanya ada sebagian malaikat yang mereka melakukan shalat di Baitul Ma’mur, wallāhu a’lam tentang bagaimana para malaikat tersebut melakukan shalat. Namun, disebutkan di dalam beberapa dalil bahwasanya mereka berdiri untuk Allāh dan bersujud.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman menceritakan tentang ucapan malaikat:

وَمَا مِنَّا إِلَّا لَهُ مَقَامٌ مَعْلُومٌ (١٦٤) وَإِنَّا لَنَحْنُ الصَّافُّونَ (١٦٥) وَإِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُونَ (١٦٦)

“Tidak ada di antara kami kecuali dia memiliki kedudukan yang diketahui. Dan sesungguhnya kami berdiri bershaf-shaf dan sesungguhnya kami bertasbih.”

(Ash-Shāffāt 164 – 166)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أَلَا تَصُفُّونَ كَمَا تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا ؟

“Apakah kalian tidak mau bershaf seperti bershafnya malaikat di sisi Rabb mereka?”

Para shahābat berkata,

يَا رَسُوْلُ اللّهِ، ِوَكَيْفَ تَصُفُّ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ رَبِّهَا ؟

“Wahai Rasūlullāh, bagaimana malaikat bershaf di sisi Rabb mereka?”

Maka Beliau bersabda,

يُتِمُّونَ الصُّفُوفَ الْأُوَل َوَ يَتَرَاصُّونَ فِي الصَّفِّ

“Mereka menyempurnakan shaf-shaf yang pertama dan mereka saling merapatkan shaf.”

(HR Muslim I/322, no. 430)

Dan Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

إِنَّ الَّذِينَ عِندَرَبِّكَ لاَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ

“Sesungguhnya malaikat yang di sisi Rabbmu tidak sombong dari beribadah kepadaNya, bertasbih untukNya dan bersujud.”

(Al-A’rāf 206)

Yang ke-7 diantara ibadah mereka,

• ⑺ MENGUCAPKAN SALAM

◆ Telah berlalu bahwa mereka mengucapkan salam kepada Ibrāhīm ketika masuk ke rumah beliau.

Di dalam sebuah hadīts, Jibrīl pernah berkata kepada Nabi kita shallallāhu ‘alayhi wa sallam,

فَإِذَا هِيَ أَتَتْكَ فَاقْرَأْ عَلَيْهَا السَّلَامَ مِنْ رَبِّهَا وَمِنِّي

“Apabila Khadījah mendatangimu maka sampaikanlah salam dari Rabbnya dan juga dariku.”

(HR Bukhāri III/1389 dan Muslim no. 2433)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda kepada ‘Āisyah,

يَا عَائِشَةُ هَذَا جِبْرِيلُ يَقْرَأُ عَلَيْكِ السَّلاَمَ

“Wahai ‘Āisyah, ini adalah Jibrīl mengucapkan salam kepadamu.”

(HR Bukhāri VI/305 no. 2447 dan Muslim no.2474)

◆ Malaikat mengucapkan salam untuk orang-orang yang beriman ketika sakaratul maut.

Allāh berfirman:

الَّذِينَ تَتَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ طَيِّبِينَ ۙيَقُولُونَ سَلَامٌ عَلَيْكُمُ ادْخُلُوا الْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Mereka adalah orang-orang yang diwafatkan malaikat dalam keadaan baik. Para malaikat mengatakan, ‘Keselamatan atas kalian, masuklah kalian ke dalam surga dengan sebab apa yang kalian amalkan’.”

(An-Nahl 32)

◆ Dan mereka mengucapkan salam kepada penduduk surga setelah dibukanya pintu-pintu surga.

Allāh berfirman:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاؤُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Dan digiring orang-orang yang bertaqwa ke surga secara berkelompok-berkelompok sehingga ketika mereka mendatangi surga dan dibuka pintu-pintunya dan berkata para penjaganya, ‘Keselamatan atas kalian, kalian telah baik maka masuklah kalian ke dalam surga selama-lamanya’.” (Az-Zumar 73)

Yang ke-8 diantara ibadah malaikat, bahwasanya :

• ⑻ MALAIKAT TAKUT KEPADA ALLĀH

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَهُمْ مِنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ

“Dan mereka takut kepada Allāh.” (Al-Anbiyā 28)

Dan Allāh berfirman:

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ

“Mereka takut kepada Rabb mereka yang ada di atas mereka.” (An-Nahl 50)

Demikianlah ibadah para malaikat, mereka sibuk dengan ibadah dan ikhlash di dalamnya dan terus menerus.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menjadikan kita termasuk hamba-hamba Allāh yang istiqamah di dalam beribadah sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia.

Demikianlah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 18 – amalan malaikat 7

download audio

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 18 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 7

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وأصحابه أجمعين

Halaqah yang ke-18 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 7”.

Diantara amalan malaikat yang kita diperintahkan untuk beriman dengannya adalah amalan mereka yang berkaitan dengan alam semesta.

Allāh adalah Dzat yang tidak butuh kepada makhluq namun Allāh ingin menunjukkan kebesarannya kepada kita. Allāh telah menugaskan para malaikat untuk mengatur alam semesta dengan perintah Allāh, izin Allāh dan kehendak Allāh.

Allāh berfirman,

فَالْمُدَبِّرَات أَمْرًا

“Maka demi malaikat yang mengatur perkara.” (An-Nāzi’āt 5)

Diantara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta,

⑴ MEMIKUL ‘ARSY

Malaikat yang memikul ‘arsy di hari kiamat ada 8. Sedangkan di dunia maka tidak ada yang menerangkan jumlah mereka.

Allāh berfirman,

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَائِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

“Dan para malaikat di pinggir-pinggir langit dan pada hari itu 8 malaikat memikul ‘arsy Rabbmu.” (Al-Hāqqah 17)

Dan Allāh berfirman,

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا

“Dan malaikat-malaikat yang memikul ‘arsy dan malaikat-malaikat yang di sekitar ‘arsy bertasbih dengan memuji Rabb mereka dan beriman dengan Allāh dan memohonkan ampun untuk orang-orang yang beriman.” (Ghāfir 7)

Yang ke-2 diantara tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta adalah,

⑵ MENJAGA SURGA

Allāh berfirman,

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Dan digiring orang-orang yang bertaqwa ke dalam surga secara berkelompok-berkelompok sehingga ketika mereka mendatangi surga dan dibuka pintu-pintunya dan berkata para panjaganya, ‘Keselamatan atas kalian, kalian telah baik maka masuklah ke dalam surga selama-lamanya’.” (Az-Zumār 73)

Dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

آتي باب الجنة يوم القيامة فأستفتح فيقول الخازن : من أنت ؟ فاقول : محمد . فيقول : بك أمرت لا أفتح لأحد قبلك

“Aku mendatangi pintu surga pada hari kiamat kemudian aku meminta dibukakan. Maka berkatalah penjaga surga, ‘Siapakah kamu?’ Kemudian Aku menjawab, ‘Muhammad.’ Kemudian dia berkata, ‘Denganmulah aku diperintah, aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelummu’.” (HR Muslim I/188 no. 197)

Dan diantara tugas malaikat yang berkaitan dengan alam semesta adalah,

⑶ MENJAGA NERAKA

Jumlah penjaga neraka ada 19 sebagaimana firman Allāh,

عَلَيْهَا تِسْعَةَ عَشَرَ

“Di dalam neraka ada 19 (yaitu malaikat penjaga).” (Al-Muddatstsir 30)

◆ Para ulama berselisih tentang makna 19.

√ Ada yang mengatakan 19 malaikat tersebut adalah para pembesar penjaga neraka dan bersama mereka malaikat-malaikat lain yang jumlahnya sangat banyak.

√ Dan ada diantara ulama yang mengatakan bahwa mereka 19 malaikat saja. Dan ini yang difahami dari keterangan Ibnu Katsīr dan juga Syaikh ‘Abdurrahmān As-Sa’diy di dalam tafsirnya.

Diantara mereka adalah malaikat Mālik. Dalam hadīts ketika Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam isrā dan juga mi’rāj dikatakan kepada Beliau,

وأما الرجل الكريه المرآة الذي عند النار يحشها ويسعى حولها فإنه مالك خازن جهنم

“Dan adapun yang sangat buruk rupanya yang berada di neraka yang menghidupkan api dan berjalan di sekitarnya, maka dia adalah Mālik Penjaga Neraka.” (HR Bukhāri no.7047)

Penyebutan jumlah penjaga neraka ini adalah ujian, kita harus beriman dengan jumlah 19 tersebut, harus yakin dan tidak boleh ragu-ragu.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَما جَعَلنا أَصحٰبَ النّارِ إِلّا مَلٰئِكَةً ۙ وَما جَعَلنا عِدَّتَهُم إِلّا فِتنَةً لِلَّذينَ كَفَروا لِيَستَيقِنَ الَّذينَ أوتُوا الكِتٰبَ وَيَزدادَ الَّذينَ ءامَنوا إيمٰنًا ۙ وَلا يَرتابَ الَّذينَ أوتُوا الكِتٰبَ وَالمُؤمِنونَ ۙ وَلِيَقولَ الَّذينَ فى قُلوبِهِم مَرَضٌ وَالكٰفِرونَ ماذا أَرادَ اللَّهُ بِهٰذا مَثَلًا كَذٰلِكَ يُضِلُّ اللَّهُ مَن يَشاءُ وَيَهدى مَن يَشاءُ وَما يَعلَمُ جُنودَ رَبِّكَ إِلّا هُوَ وَما هِىَ إِلّا ذِكرىٰ لِلبَشَرِ

“Dan tidaklah Kami jadikan para penjaga nereka kecuali para malaikat-malaikat. Dan tidaklah Kami jadikan jumlah tersebut kecuali sebagai ujian bagi orang-orang yang kāfir. Dan supaya yakin orang-orang Ahlul kitab dan bertambah keimanan orang-orang yang beriman dan tidak ragu orang-orang Ahlul Kitab & orang-orang yang beriman dan supaya orang-orang yang dalam hatinya ada penyakit. Dan orang-orang kāfir berkata, ‘Apa yang Allāh inginkan dari permisalan ini?’. Demikianlah Allāh menyesatkan siapa yang dikehendaki dan memberikan hidayah kepada siapa yang dikehendaki. Dan tidak mengetahui jumlah pasukan Rabbmu kecuali Dia. Dan tidaklah ini kecuali peringatan bagi manusia.” (Al-Muddatstsir 31)

Merekalah yang kelak akan menyambut penduduk neraka dan mencela mereka.

Allāh berfirman,

وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءُوهَا فُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِنْكُمْ يَتْلُونَ عَلَيْكُمْ آيَاتِ رَبِّكُمْ وَيُنْذِرُونَكُمْ لِقَاءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُوا بَلَىٰ وَلَٰكِنْ حَقَّتْ كَلِمَةُ الْعَذَابِ عَلَى الْكَافِرِينَ (٧١) قِيلَ ادْخُلُوا أَبْوَابَ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَافَبِئْسَ مَثْوَى الْمُتَكَبِّرِينَ (٧٢)

“Dan akan digiring orang-orang kāfir dalam Jahannam berkelompok-berkelompok sehingga apabila mereka mendatanginya dibukalah pintu-pintu Jahannam. Dan berkatalah para penjaga neraka kepada mereka, ‘Bukankah telah datang kepada kalian Rasul-rasul dari kalangan kalian yang membacakan atas kalian ayat-ayat Rabb kalian dan memperingatkan kalian dengan pertemuan hari kalian ini?’ Mereka menjawab, ‘Iya, akan tetapi telah tetap kalimat adzab bagi orang-orang yang kāfir’. Dikatakan kepada mereka, ‘Masuklah kalian ke dalam pintu-pintu Jahannam dalam keadaan kekal di dalamnya.’ Maka Jahannam adalah sejelek-jelek tempat kembali bagi orang-orang yang sombong.” (Az-Zumār 71-72)

Merekalah yang kelak akan mengadzab penduduk neraka, Allāh berfirman kepada mereka,

خُذُوهُ فَغُلُّوهُ (٣٠) ثُمَّ الْجَحِيمَ صَلُّوهُ (٣١) ثُمَّ فِي سِلْسِلَةٍ ذَرْعُهَا سَبْعُونَ ذِرَاعًا فَاسْلُكُوهُ (٣٢)

“Tangkaplah dia lalu belenggulah tangannya ke lehernya kemudian masukkanlah dia ke dalam api neraka yang menyala-nyala kemudian ikatlah dia dengan rantai yang panjangnya 70 hasta.” (Al-Hāqqah 30-32)

Telah berlalu bahwa malaikat penjaga neraka adalah malaikat yang keras hati dan kuat badannya. Kelak, para penduduk neraka akan meminta kepada penjaga neraka supaya penjaga neraka memohon kepada Allāh meringankan adzab bagi mereka.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

وَقَالَ الَّذِينَ فِي النَّارِ لِخَزَنَةِ جَهَنَّمَ ادْعُوا رَبَّكُمْ يُخَفِّفْ عَنَّا يَوْمًا مِنَ الْعَذَابِ (٤٩) قَالُوا أَوَلَمْ تَكُ تَأْتِيكُمْ رُسُلُكُمْ بِالْبَيِّنَاتِ قَالُوا بَلَى قَالُوا فَادْعُوا وَمَا دُعَاءُ الْكَافِرِينَ إِلَّا فِي ضَلَالٍ (٥٠)

“Dan berkata para penduduk neraka kepada para penjaga Jahannam, ‘Hendaklah kalian meminta kepada Rabb kalian supaya meringankan bagi kami satu hari dari adzab ini’. Para penjaga mengatakan, ‘Bukankah telah datang kepada kalian Rasul-rasul kalian dengan bukti-bukti yang nyata?’ Mereka mengatakan, ‘Iya.’ Maka berkata para penjaga, ‘Maka hendaklah kalian berdo’a sendiri.’ Dan tidaklah do’a orang-orang kāfir kecuali dalam kesia-kesia-siaan.” (Ghāfir 49-50)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 19 – amalan malaikat 8

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 19 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 8

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-19 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 8”.

Diantara amalan malaikat & tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta yang ke-4 adalah,

⑷ MENJALANKAN AWAN & MENURUNKAN HUJAN

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman,

فَالزَّاجِرَاتِ زَجْرًا

“Maka demi malaikat-malaikat yang menggiring awan.” (Ash-Shāffāt 2)

Dan diantara malaikat-malaikat tersebut adalah Ar-Ra’d, sebagaimana telah berlalu haditsnya.

Di dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imām Muslim, Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwa suatu saat seorang laki-laki sedang di tanah yang lapang. Tiba-tiba dia mendengar suara dari arah mendung, “Airilah kebun Fulān”. Maka bergeraklah awan tersebut dan mencurahkan airnya disuatu bidang tanah.

Yang kelima diantara amalan malaikat & tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta adalah,

⑸ MENGURUS GUNUNG

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

فنظرت فإذا فيها جبريل، فناداني فقال: إن الله قد سمع قول قومك لك وما ردوا عليك، وقد بعث إليك ملك الجبال لتأمره بما شئت فيهم فناداني ملك الجبال، فسلم عليَّ، ثم قال: يا محمد فقال ذلك فيما شئت؟ إن شئت أن أطبق عليهم الأخشبين

“Maka aku melihat tiba-tiba Jibrīl memanggilku dan berkata, ‘Sesungguhnya Allāh telah mendengar kaummu kepadamu dan bantahan mereka kepadamu. Dan sungguh Allāh telah mengutus malaikat gunung supaya kamu memerintahnya sesuai dengan kehendakmu’. Kemudian malaikat gunung memanggilku dan mengucapkan salam kepadaku dan berkata, ‘Wahai Muhammad, seperti yang diucapkan Jibrīl, kalau kamu menghendaki maka aku akan menjatuhkan 2 gunung yang keras ini ke atas mereka’.” (HR Bukhāri III/1180, No. 3059 dan Muslim III/1420, no. 1795)

⑹ MENIUP SANGKAKALA

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

كيف أنعم وقد التقم صاحب القرن القرن وحنى جبهته وأصغى سمعه ، ينتظر أن يؤمر أن ينفخ فينفخ

“Bagaimana aku bisa merasa nikmat sedangkan peniup sangkakala telah menaruh sangkakala di mulutnya, mengerutkan dahi, memasang telinganya, menunggu sewaktu-waktu diperintahkan oleh Allāh untuk meniup maka dia akan meniup.” (Hadīts shahīh diriwayatkan oleh Tirmidzi IV/42, no. 2548)

Dan telah berlalu sebagian sifat malaikat peniup sangkakala.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 20 – amalan malaikat 9

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 20 | Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 9

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-20 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Amalan-amalan Malaikat Bagian 9”.

Diantara amalan malaikat dan tugas mereka yang berkaitan dengan alam semesta,

⑺ MENJAGA KOTA MEKKAH DAN MADĪNAH

Mekkah dan Madinah adalah 2 kota yang dimuliakan Allāh;
• Mekkah, di dalamnya ada Baitullāh
• Madīnah adalah:
⑴ Tempat hijrah Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam.
⑵ Tempat kuburan Beliau.
⑶ Disanalah Beliau akan dibangkitkan.

Dan keutamaan 2 kota ini sangat banyak.

Diantara malaikat Allāh ada yang ditugaskan menjaga kota Mekkah dan Madīnah dari Dajjāl.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ ، إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ لَيْسَ لَهُ مِنْ نِقَابِهَا نَقْبٌ إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّيْنَ يَحْرُسُونَهَا ، ثُمَّ تَرْجُفُ الْمَدِينَةُ بِأَهْلِهَا ثَلَاثَ رَجَفَاتٍ ، فَيُخْرِجُ اللَّهُ كُلَّ كَافِرٍ وَمُنَافِقٍ

“Tidak ada sebuah negeri kecuali akan diinjak oleh Dajjāl kecuali Mekkah dan Madīnah. Tidak ada jalan dikota Madīnah kecuali ada malaikat-malaikat yang berbaris menjaganya. Kemudian goncanglah kota Madīnah dengan penduduknya 3 kali goncangan maka Allāh mengeluarkan darinya setiap orang kāfir dan munāfiq.” (HR Bukhāri II/665, no. 1782 dan Muslim IV/2261, no. 2942)

Di dalam hadīts yang lain, Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

على أنقاب المدينة ملائكة لا يدخلها الطاعون ولا الدجال

“Di seluruh jalan-jalan Madīnah ada malaikat-malaikat. Madīnah tidak akan dimasuki wabah penyakit dan Dajjāl.” (HR Bukhāri II/665 no. 1781 dan Muslim II/1005, no. 1379)

⑻ MENAUNGI NEGERI SYĀM

Negeri Syam adalah negeri yang Allāh berkahi.

Di sana ada Masjidil ‘Aqsha, salah satu masjid yang kita dianjurkan untuk ke sana dalam rangka ibadah.

Masjidil ‘Aqsha adalah tempat Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ber-isrā dan dari sanalah Beliau di-mi’rajkan ke langit.

Allāh telah menugaskan sebagian malaikat untuk membentangkan sebagian sayapnya di sana.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda,

طُوبَى لِلشَّامِ . فَقُلْنَا : لِأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

“Keberuntungan bagi negeri Syām.”

Maka para shahābat radhiyallāhu ‘anhum berkata, “Mengapa yang demikian, wahai Rasūlullāh?”

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam berkata, “Karena malaikat Ar-Rahmān membentangkan sayap mereka atas negeri Syām.”

(Hadīts shahīh diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dalam Abwaabul Manaaqib bab ke 74)

Demikianlah sebagian tugas yang berkaitan dengan alam semesta.

Allāh-lah yang memerintahkan malaikat, mengizinkan mereka dan menghendaki, sedangkan malaikat yang melaksanakan dan mengatur langsung dengan perintah, izin dan kehendak Allāh.

Apa yang mereka lakukan tidak keluar dari perintah Allāh.

Allāh berfirman,

لَّا يَعْصُونَ اللَّهَمَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Mereka tidak memaksiati Allāh di dalam apa yang Allāh perintahkan dan mereka mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrīm 6)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy