HSI 06 – Kajian 01 – Muqadimah beriman kepada malaikat

Muqadimmah Beriman Kepada Malaikat

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول لله و على آله وأصحابه ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين أم بعد.

Halaqah yang Pertama dari Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah ke-6 “Beriman Kepada Malaikat” adalah tentang “Muqaddimah Iman Dengan Malaikat”.

Diantara pokok-pokok keimanan yang harus diimani oleh seorang hamba adalah “Beriman dengan malaikat-malaikat Allāh”.

Al-Qurān, As-Sunnah dan Ijmā’ kaum Muslimin menunjukkan tentang wajibnya beriman dengan mereka. Dan kekufuran dengan malaikat adalah kekufuran dengan Allāh ‘Azza Wa Jalla. (more…)

HSI 06 – Kajian 02 – beriman dengan keberadaan malaikat

■ Silsilah 6 Beriman Kepada Malaikat
■ Halaqah 2 | Beriman Dengan Keberadaan Malaikat Allāh

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-2 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat adalah tentang “Beriman dengan keberadaan malaikat Allāh”.

Di antara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan keberadaan mereka.

Dan ilmu tentang keberadaan malaikat adalah termasuk ilmu yang darurat diketahui seorang Muslim.

Allāh telah mengabarkan tentang mereka di dalam Al-Qurān dan Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam di dalam hadits-hadits yang shahīh. Disebutkan tentang: (more…)

HSI 06 – Kajian 03 – Beriman dengan Nama-Nama umum Malaikat

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah ke-3 | Beriman Dengan Nama-nama Umum Malaikat

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-3 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat adalah “Beriman dengan nama-nama umum malaikat”.

Malaikat adalah nama umum bagi makhluq yang mulia ini.

Diantara beriman dengan malaikat Allāh adalah beriman bahwasanya selain nama umum ini (yaitu malaikat), di dalam Al-Qurān Allāh juga memberi nama makhluq yang mulia ini dengan nama-nama umum yang lain.

Allāh menamai mereka sebagai:

⑴ Safarah (سَفَرَةٌ) artinya utusan-utusan.

Allāh berfirman: (more…)

HSI 06 – Kajian 04 – beriman dengan Nama-Nama khusus malaikat

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 4 | Beriman Dengan Nama-Nama Khusus Malaikat

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-4 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat adalah “Beriman Dengan Nama-nama Khusus Malaikat.”

Diantara cara beriman dengan malaikat yaitu beriman dengan nama-nama khusus sebagian yang ada di dalam dalil yang shahīh.

Adapun yang tidak kita ketahui namanya dan mereka ini jauh lebih banyak, maka kita beriman secara global, artinya beriman dengan adanya mereka meskipun kita tidak mengetahui namanya.

Dan diantara malaikat yang kita ketahui namanya:

⑴ JIBRĪL

Allāh berfirman:

قُلْ مَنْ كَانَ عَدُوًّا لِجِبْرِيلَ فَإِنَّهُ نَزَّلَهُ عَلَى قَلْبِكَ بِإِذْنِ اللَّهِ

“Katakanlah: ‘Barangsiapa yang menjadi musuh Jibrīl maka sesungguhnya dia telah menurunkan wahyu ke dalam hatimu dengan izin Allāh’.” (Al-Baqarah 97)

⑵ MĪKĀIL

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

مَن كَانَ عَدُوًّا لِّلَّهِ وَمَلَائِكَتِهِ وَرُسُلِه ِوَجِبْرِيلَ وَمِيكَالَ فَإِنَّ اللَّهَ عَدُوٌّ لِّلْكَافِرِينَ

“Barangsiapa yang menjadi musuh bagi Allāh, malaikat-malaikatNya, Rasul-rasulNya, Jibrīl dan juga Mīkāil maka sesungguhnya Allāh adalah musuh bagi orang-orang yang kāfir.” (Al-Baqarah 98)

⑶ ISRĀFĪL

Di dalam sebuah hadits, diantara do’a iftitah yang dibaca oleh Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam ketika shalat malam adalah:

اللَّهُمَّ رَبَّ جبْرَائِيلَ وَمِيكَائِيلَ وَإِسْرَافِيلَ فَاطِرَ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ عَالِمَ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ أَنْتَ تَحْكُمُ بَيْنَ عِبَادِكَ فِيمَا كَانُوا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ. اهْدِنِي لِمَا اخْتُلِفَ فِيهِ مِنَ الْحَقِّ بِإِذْنِكَ إِنَّكَ تَهْدِي مَنْ تَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ

“Ya Allāh Rabbnya Jibrīl, Mīkāil dan Isrāfīl yang telah menciptakan langit dan juga mengetahui yang ghāib maupun yang kelihatan. Engkau menghukumi diantara hamba-hambaMu di dalam apa yang mereka perselisihkan. Maka tunjukilah aku yang benar di dalam apa yang diperselisihkan dengan izinMu, sesungguhnya Engkau memberikan petunjuk orang-orang yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus.” (HR. Muslim) I/534 Kitab Shalaatul Musaafiriin

⑷ MĀLIK

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

وَنَادَوْا يَا مَالِكُ لِيَقْضِ عَلَيْنَا رَبُّكَ قَالَ إِنَّكُمْ مَاكِثُونَ

“Mereka (penduduk neraka) memanggil: ‘Wahai Mālik, hendaklah Rabbmu mematikan kami.’ Maka Mālik berkata: ‘Sesungguhnya kalian akan tetap tinggal’.”(Az-Zukhruf 77)

⑸ MUNKAR & ⑹ NAKĪR

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِذَا قُبِرَ الْمَيِّتُ أَوْ قَالَ أَحَدُكُمْ أَتَاهُ مَلَكَانِ أَسْوَدَانِ أَزْرَقَانِ يُقَالُ لأَحَدِهِمَا الْمُنْكَرُ وَالآخَر النَّكِيرُ

“Apabila seorang mayyit atau salah seorang diantara kalian dikuburkan maka akan didatangi 2 orang malaikat yang hitam, yang biru. Dinamakan yang pertama adalah Munkar dan yang lain An-Nakīr.” (HR. Tirmidzi, hadits hasan no. 991)

⑺ HĀRŪT & ⑻ MĀRŪT

وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَٰكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ ۚ

“Dan tidaklah Sulaiman kafir, akan tetapi syaithan-syaithanlah yang kafir. Mereka mengajarkan manusia sihir dan apa yang telah diturunkan kepada 2 orang malaikat di Bābil yang bernama Hārūt dan juga Mārūt.” (Al-Baqarah 102)

Dan yang selanjutnya, diantara nama khusus malaikat adalah:

⑼ AR-RA’D

Di dalam sebuah hadits datang orang-orang Yahudi kepada Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam. Kemudian mereka berkata:

يَا أَبَا الْقَاسِمَ أَخْبِرْنَا عَنِ الرَّعْدُ مَا هُوَ ؟

“Wahai Abul Qāsim (yaitu Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam), kabarkanlah kepada kami tentang Ra’d, apakah itu?”

Maka Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

مَلَكٌ مِنَ المَلَائِكَةِ مُوَكَلٌ بِالسَّحَابَ مَعَهُ مَخَارِيقُ مِنْ نَّارٍ يَسُوقُ بِهَا السَحَابَ حَيْثُ شَاءَ الله

“Seorang malaikat di antara malaikat-malaikat yang diberi tugas untuk menggiring awan, bersamanya alat yang terbuat dari api untuk menggiring awan tersebut sesuai dengan kehendak Allāh.” (Hadīts shahīh, diriwayatkan oleh Tirmidzi no. 5121)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

HSI 06 – Kajian 05 – Nama-Nama yang tidak benar penisbahannya kepada sebagian malaikat

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 5 | Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-5 dari Silsilah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah tentang “Nama-nama Yang Tidak Benar Penisbahannya Kepada Sebagian Malaikat.”

Di sana ada nama-nama malaikat yang masyhūr di kalangan kaum Muslimin akan tetapi tidak berdasarkan dalil yang shahīh.

⑴ IZRĀIL, sebagai nama dari malaikat pencabut nyawa.

Tidak ada dalil yang shahīh bahwa Izrāīl adalah nama dari malaikat pencabut nyawa.

Allāh di dalam Al-Qurān dan Nabi di dalam hadīts yang shahīh hanya menggunakan istilah “Malakul Maut” (malaikat kematian).

Allāh berfirman:

قُلْ يَتَوَفَّاكُمْ مَلَكُ الْمَوْتِ الَّذِي وُكِّلَ بِكُمْ ثُمَّ إِلى رَبِّكُمْ تُرْجَعُونَ

“Katakanlah Malakul Maut (malaikat kematian) yang ditugaskan kepada kalian akan mewafatkan kalian kemudian kalian akan dikembalikan kepada Rabb kalian.” (As-Sajdah 11)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

أُرْسِلَ مَلَكُ الْمَوْتِ إِلَى مُوسَى فَلَمَّا جَاءَهُ صَكَّهُ فَرَجَعَ إِلَى رَبِّهِ

“Diutus Malakul Maut kepada Mūsā, maka ketika malaikat tersebut mendatangi Mūsa, Nabi Mūsā menamparnya. Maka kembalilah malaikat tersebut kepada Rabbnya.” (Hadīts shahīh, riwayat Bukhāri VI/440 dan Muslim IV/1843, no.2372)

⑵ RIDHWĀN, sebagai nama dari seorang malaikat penjaga surga.

Tidak ada dalil yang shahīh bahwa Ridhwān adalah malaikat penjaga surga.

Allāh di dalam Al-Qurān dan Nabi di dalam hadīts yang shahīh hanya menggunakan istilah “Penjaga”, tanpa menyebut nama.

Allāh berfirman:

وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ زُمَرًا حَتَّى إِذَا جَاءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَابُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَامٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَادْخُلُوهَا خَالِدِينَ

“Dan digiring orang-orang yang bertaqwa kepada Rabb mereka ke surga dalam keadaan berkelompok-kelompok sehingga ketika mereka mendatanginya dan dibuka pintu-pintu surga dan berkatalah para penjaga surga kepada mereka: ‘Keselamatan atas kalian, kalian telah baik maka masuklah kalian ke dalam surga kekal selamanya’.” (Az-Zumār 73)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

آتِي بَابَ الْجَنَّةِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَأَسْتفْتِحُ ، فَيَقُولُ الْخَازِنُ : مَنْ أَنْتَ؟ فَأَقُولُ : مُحَمَّدٌ ، فَيَقُولُ: بِكَ أُمِرْتُ لَا أَفْتَحُ لِأَحَدٍ قَبْلَكَ

“Aku akan mendatangi pintu surga pada hari kiamat. Maka aku meminta dibukakan, maka berkatalah Penjaga: ‘Siapakah engkau?’. Maka aku berkata: ‘Muhammad’. Maka dia berkata: ‘Denganmulah aku diperintah, aku tidak membukanya untuk seorangpun sebelummu’.” (HR. Muslim I/188 no. 197)

Demikian pula disana ada nama Ismā’īl, Syarāhīl, Harāhīl dan nama-nama malaikat yang lain yang tidak ada dalilnya.

Tidak boleh seorang Muslim memberi nama malaikat tanpa berdasarkan dalil yang shahīh.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

HSI 06 – Kajian 06 – sifat fisik malaikat 1

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 6 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bagian 1)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-6 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian 1”.

Di antara beriman dengan malaikat-malaikat Allāh adalah beriman dengan sifat-sifat mereka yang telah dikabarkan oleh Allāh dan RasulNya.

Sifat-sifat malaikat ada 2;

⑴ Sifat-sifat fisik (penciptaan)
⑵ Sifat-sifat akhlaq (perangai)

Di antara sifat-sifat fisik malaikat:

⑴ Malaikat diciptakan dari cahaya.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

خُلِقَتِ الْمَلَائِكَةُ مِنْ نُوْرِ

“Diciptakan malaikat dari cahaya.” (HR. Muslim IV/2294) Kitab Az-Zuhd Wa Ar Raqaaiq

⑵ Malaikat memiliki sayap.

Ada di antara mereka yang memiliki 2 sayap, ada yang 3 sayap, 4 sayap bahkan ada yang lebih dari itu.

Allāh berfirman:

الحَمْدُ لِلَّهِ فَاطِرِ السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ جَاعِلِ الْمَلائِكَةِ رُسُلا أُولِي أَجْنِحَةٍ مَّثْنَى وَثُلاثَ وَرُبَاعَ يَزِيدُ فِي الْخَلْقِ مَا يَشَاء إِنَّ اللَّهَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْر

“Segala puji bagi Allāh yang menciptakan langit dan bumi, menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusan yang memiliki sayap-sayap, ada yang 2, 3, 4. Allāh menambah di dalam penciptaanNya apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Allāh Maha Mampu untuk melakukan segala sesuatu.” (Fāthir 1)

‘Abdullāh bin Mas’ūd radhiyallāhu ‘anhu menceritakan bahwasanya Nabi shallallāhu ‘alayhi wa sallam melihat Jibrīl dan beliau memiliki 600 sayap.(HR. Bukhāri dan Muslim)

Sifat yang ke-3 bahwasanya,

⑶ Malaikat bukan laki-laki dan juga bukan juga perempuan.

Allāh berfirman:

أَمْ خَلَقْنَا الْمَلَائِكَةَ إِنَاثًا وَهُمْ شَاهِدُونَ

“Apakah Kami menciptakan malaikat sebagai wanita-wanita dan mereka menyaksikan?.” (Ash-Shāffāt 150)

Di dalam ayat di atas Allāh menafi’kan bahwasanya malaikat adalah perempuan.

Dan di sana tidak ada dalil yang shahīh bahwasanya mereka adalah laki-laki.

⑷ Malaikat tidak makan dan tidak minum.

Sebagaimana ketika Allāh menceritakan kisah Nabi Ibrāhīm bersama malaikat.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

هَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ ضَيْفِ إِبْرَاهِيمَ الْمُكْرَمِينَ (٢٤) إِذْ دَخَلُوا عَلَيْهِ فَقَالُوا سَلامًا قَالَ سَلامٌ قَوْمٌ مُنْكَرُونَ (٢٥) فَرَاغَ إِلَى أَهْلِهِ فَجَاءَ بِعِجْلٍ سَمِينٍ (٢٦) فَقَرَّبَهُ إِلَيْهِمْ قَالَ أَلَا تَأْكُلُونَ (٢٧) فَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۖقَالُوا لَا تَخَفْ ۖوَبَشَّرُوهُ بِغُلَامٍ عَلِيمٍ (٢٨)

(24) Apakah telah datang kepadamu kabar tentang tentang tamu-tamu Ibrāhīm?

(25) Ketika mereka masuk rumah dan mengatakan “Keselamatan atasmu”. Ibrāhīm berkata: “Keselamatan atas kalian wahai kaum yang tidak dikenal”.

(26) Maka segeralah Ibrāhīm pergi ke keluarganya dan datang dengan membawa daging anak sapi yang gemuk.

(27) Kemudian menghidangkannya kepada mereka seraya berkata: “Kenapa kalian tidak memakannya?”.

(28) Maka timbullah rasa takut di dalam hati beliau maka mereka pun berkata: “Janganlah engkau takut”. Kemudian mereka pun memberi kabar gembira kepada Ibrāhīm dengan kedatangan seorang anak yang ‘ālim.”

(Adz-Dzāriyāt 24-28)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

HSI 06 – Kajian 07 – sifat fisik malaikat 2

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 7 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat (Bagian 2)

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-7 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian yang ke-2”.

Sifat yang ke-5 bahwasanya:

⑸ Malaikat berbicara

Dalil di dalam Al-Qurān dan Hadīts banyak menunjukkan bahwasanya malaikat berbicara.

Mereka berbicara dengan Allāh, sebagaimana firman Allāh:

وَإِذْ قَالَ رَبُّكَ لِلْمَلَائِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي الْأَرْضِ خَلِيفَةً ۖ قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَن يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ ۖ قَالَ إِنِّي أَعْلَمُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

“Dan ketika Rabbmu berkata kepada malaikat-malaikat: ‘Sesungguhnya Aku akan menjadikan di bumi seorang khalīfah.’ Mereka berkata: ‘Apakah Engkau menjadikan di bumi orang yang akan membuat kerusakan di dalamnya dan menumpahkan darah? Sedangkan kami bertasbih dan memujiMu dan mensucikanMu.’ Allāh berkata: ‘Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui’.”(Al-Baqarah 30)

Mereka berbicara dengan para Nabi, sebagaimana ayat yang menceritakan pembicaraan mereka dengan Nabi Ibrāhīm (lihat Adz-Dzāriyāt 24-34).

Dan pembicaraan mereka dengan Nabi Lūth (lihat Surat Hūd ayat 81).

Dan di dalam hadīts Jibrīl, malaikat Jibrīl ‘alayhissalām berbicara dengan Nabi kita, Muhammad shallallāhu ‘alayhi wa sallam, bertanya tentang Islām, Īmān dan juga Ihsān (HR. Muslim)

Dan mereka berbicara dengan orang-orang shālih, sebagaimana firman Allāh menceritakan tentang pembicaraan malaikat kepada Maryam :

وَإِذْ قَالَتِ الْمَلَائِكَةُ يَا مَرْيَمُ إِنَّ اللَّهَ اصْطَفَاكِ وَطَهَّرَكِ وَاصْطَفَاكِ عَلَىٰ نِسَاءِ الْعَالَمِينَ

“Dan ketika para malaikat berkata: ‘Wahai Maryam, sesungguhnya Allāh telah memilihmu dan mensucikanmu dan memilihmu di antara wanita-wanita seluruh alam’.” (Āli ‘Imrān 42)

Mereka berbicara dengan penduduk surga (lihat Surat Ar-Ra’d 23-24).

Dan mereka berbicara dengan penduduk neraka (lihat Surat Ghāfir 49-50).

Dan diantara sifat malaikat, bahwasanya:

⑹ Malaikat memiliki kemampuan menjelma sebagai manusia dengan izin Allāh Subhānahu wa Ta’āla.

Allāh berfirman di dalam kisah Maryam:

فَاتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَاإِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

“Maka Maryam memasang hijāb (tabir) yang melindungi diri beliau dari keluarganya. Maka Kami pun mengutus kepadanya roh Kami (Jibrīl) maka Jibrīl menjelma di hadapannya dalam bentuk manusia yang sempurna.” (Maryam 17)

Kisah Ibrāhīm dan Lūth bersama malaikat dan juga hadīts Jibrīl termasuk di antara dalil-dalil tentang sifat malaikat ini.

Dan hendaknya kita mewaspadai keyakinan sebagian orang yang mengingkari sifat ini, seperti kelompok Mu’tazilah, yang menganggap ini adalah khayalan orang yang melihat.

Itulah yang bisa kita sampaikan dan sampai bertemu kembali pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy,
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy.

HSI 06 – Kajian 08 sifat fisik malaikat 3

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 8 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian 3

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله و صحبه أجمعين

Halaqah yang ke-8 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat bagian ke-3”.

Sifat yang ke-7 diantara sifat-sifat fisik malaikat, bahwasanya:

⑺ Malaikat bisa dilihat.

Kebiasaan malaikat adalah tidak menampakkan dirinya dari manusia namun terkadang menampakkan diri dengan izin Allāh di hadapan makhluq yang lain.

Dalil-dalil telah menunjukkan bahwasanya malaikat bisa dilihat.

Nabi Ibrāhīm dan Nabi Lūth ‘alayhimassalām telah melihat malaikat dalam bentuk manusia.

Maryam ‘alayhāssalām melihatnya dalam bentuk manusia.

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah melihat Jibrīl dalam bentuk aslinya dan sering dalam bentuk manusia.

Dan sebagian shahābat radhiyallāhu ‘anhum pernah melihat Jibrīl dalam bentuk manusia.

Disebutkan didalam hadīts bahwa ayam yang berkokok sedang melihat malaikat.

Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam mengatakan:

إِذَا سَمِعْتُمْ صِيَاحَ الدِّيَكَةِ فَاسْأَلُوا اللَّهَ مِنْ فَضْلِهِ ؛ فَإِنَّهَا رَأَتْ مَلَكاً ، وَإِذَا سَمِعْتُمْ نَهِيقَ الْحِمَارِ فَتَعَوَّذُوا بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ ؛ فَإِنَّهُ رَأَى شَيْطَاناً

“Apabila kalian mendengar kokok ayam maka mintalah kepada Allāh dari karunia Allāh karena sesungguhnya ayam tersebut melihat malaikat. Dan apabila kalian mendengar ringkikan keledai maka hendaklah kalian berlindung dari syaithān karena keledai tersebut melihat syaithān.”

(HR. Bukhāri IV/350 dan Muslim XVII/46)

Namun seseorang hendaklah waspada, jangan sampai dia menyangka melihat malaikat atau mimpi melihat malaikat padahal dia adalah iblis yang ingin menyesatkan manusia.

Yang ke-8 bahwasanya:

⑻ Jumlah malaikat sangat banyak, tidak mengetahui jumlahnya kecuali Allāh.

Allāh berfirman:

وَمَا يَعْلَمُ جُنُودَ رَبِّكَ إِلَّا هُوَ

“Tidak mengetahui jumlah tentara-tentara Rabbmu (yaitu malaikat) kecuali Dia.”

(Al-Muddatstsir 31)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bercerita di antara apa yang Beliau lihat ketika Isrā dan Mi’rāj, Beliau mengatakan :

فَرُفِعَ لِي الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ فَسَأَلْتُ جِبْرِيلَ ، فَقَالَ : هَذَا الْبَيْتُ الْمَعْمُورُ ، يُصَلِّي فِيهِ كُلَّ يَوْمٍ سَبْعُونَ أَلْفَ مَلَكٍ ، إِذَا خَرَجُوا لَمْ يَعُودُوا إِلَيْهِ آخِرَ مَا عَلَيْهِمْ

“Maka diperlihatkan kepadaku Al-Baitul Ma’mūr. Aku bertanya kepada Jibrīl dan dia menjawab: ‘Ini adalah Al-Baitul Ma’mūr, setiap hari shalāt di dalamnya 70.000 malaikat. Apabila telah keluar dari Al-Baitul Ma’mūr maka mereka tidak akan kembali ke sana’.” (HR. Bukhari VI/302 dan Muslim I/146, No.162)

Dan berapakah jumlah malaikat yang telah shalāt di sana di semenjak Allāh menciptakan Al-Baitul Ma’mūr sampai sekarang dan sampai Hari Kiamat?

Suatu hari Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam mendengar suara (deritan) langit. Lalu Beliau berkata:

إِنِّي أَرَى مَا لَا تَرَوْنَ وَأَسْمَعُ مَا لَا تَسْمَعُونَ ، أَطَّتِ السَّمَاءُ وَحُقَّ لَهَا أَنْ تَئِطَّ ، مَا فِيهَا مَوْضِعُ أَرْبَعِ أَصَابِعَ إِلَّا وَمَلَكٌ وَاضِعٌ جَبْهَتَهُ سَاجِدًا لِلَّهِ

“Sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat dan mendengar apa yang tidak kalian dengar. Langit mengeluarkan suara (deritan) dan dia berhak untuk mengeluarkan suara karena tidak ada sebuah tempat seluas 4 jari kecuali di situ ada seorang malaikat yang meletakkan dahinya bersujud untuk Allāh.”

(Hadīts hasan, riwayat Tirmidzi VI/556 dan Ibnu Mājah II/1402)

Langit yang tujuh mengeluarkan deritan karena sangat banyaknya dan sangat beratnya malaikat yang tinggal di sana.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 09 – sifat fisik malaikat 4

■ SILSILAH 6 BERIMAN DENGAN MALAIKAT
■ Halaqah 9 | Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian ke-4

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله و على آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-9 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat-malaikat Allāh adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat Fisik Malaikat Bagian ke-4”.

Disana ada diantara malaikat yang Allāh atau RasulNya sebutkan sifat fisiknya secara khusus.

Diantaranya,

⑴ Malaikat Penjaga Neraka

Mereka adalah malaikat yang keras hatinya, tidak memiliki kasih sayang dan sangat keras serta kuat badannya.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang dijaga oleh para malaikat yang keras hatinya dan kuat badannya, yang mereka tidak memaksiati Allāh dalam perintah Allāh yang Allāh perintahkan kepada mereka. Dan mereka melaksanakan apa yang diperintahkan kepada mereka.” (At-Tahrīm 6)

⑵ Jibrīl ‘alayhissalām

Adalah malaikat yang kuat dan indah dipandang.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

عَلَّمَهُ شَدِيدُ الْقُوَى (٥) ذُومِرَّةٍ فَاسْتَوَى (٦)

“Muhammad telah diajari oleh malaikat Jibrīl yang sangat kuat yang memiliki rupa yang indah, maka dia menampakkan diri.” (An-Najm 5-6)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam pernah bercerita tentang :

⑶ Salah satu malaikat pemikul ‘Arsy:

أُذِنَ لِى أَنْ أُحَدِّثَ عَنْ مَلَكٍ مِنْ مَلَائِكَةِ اللهِ مِنْ حَمَلَةِ الْعَرْشِ إِنَّ مَا بَيْنَ شَحْمَةِ أُذُنِهِ إِلَى عَاتِقِهِ مَسِيرَةُ سَبْعِ مِائَةِ عَامٍ

“Aku diizinkan untuk bercerita tentang seorang malaikat diantara malaikat-malaikat Allāh yang memikul ‘Arsy, sesungguhnya jarak antara cuping telinganya dan pundaknya sejauh 700 tahun perjalanan.” (HR. Abū Dāwūd no 4727 dan hadīts ini shahīh)

Dan Beliau bercerita tentang,

⑷ Malaikat yang bertugas meniup sangkakala

Beliau shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

إِنَّ طَرْفَ صَاحِبُ الصُورِ مُنْذُ وُكِلَ بِهِ مُسْتًعِدٌّ يَنْظُرُ نَحْوَ الْعَرْشِ مَخَافَةَ أَنْ يُؤْمَرَ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَ إِلَيهِ طَرْفَهُ كَأَنَّ عَيْنَيْهِ كَوكَبَانِ دُرِّيَانِ

“Sesungguhnya mata malaikat yang meniup sangkakala, semenjak diserahkan tugas senantiasa siap dan melihat dan ke arah ‘Arsy karena takut apabila diperintah sebelum dia berkedip, kedua matanya seperti 2 bintang yang bercahaya.”

(Hadīts shahīh riwayat Hakīm di dalam Mustadrak IV/558)

Dan telah berlalu sebuah hadīts bahwa,

⑸ Malaikat Munkar dan Nakīr

Disifati sebagai 2 malaikat yang hitam lagi biru. Maksudnya adalah hitam rupanya dan biru matanya, yang membuat takut orang yang melihatnya.

Semoga Allāh Subhānahu wa Ta’āla menguatkan hati kita di dunia dan akhirat.

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy

HSI 06 – Kajian 10 – sifat akhlak malaikat 1

■ SILSILAH 6 Beriman Dengan Malaikat
■ Halaqah 10 | Beriman Dengan Sifat-sifat Akhlaq Malaikat Bagian 1

السلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله وعلى آله وصحبه أجمعين

Halaqah yang ke-10 dari Silsilah ‘Ilmiyyah Beriman Dengan Malaikat adalah “Beriman Dengan Sifat-sifat dan Akhlaq Malaikat Bagian 1.”

Diantara beriman dengan malaikat Allāh adalah beriman dengan akhlaq mereka diantaranya:

● Pertama: Mereka memiliki sifat Al-Karām dan Al-Birr

Malaikat memiliki sifat Al-Karām, artinya memiliki akhlaq yang mulia lagi terpuji. Dan mereka memiliki sifat Al-Birr, yang artinya banyak berbuat baik kepada oranglain.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

بِأَيْدِي سَفَرَةٍ (١٥) كِرَامٍ بَرَرَةٍ ( ١٦)

“Al-Qurān ditulis dengan tangan-tangan malaikat yang mulia akhlaqnya lagi berbuat baik.” (‘Abasa 15-16)

Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ

“Orang yang mahir dalam membaca Al-Qurān maka dia bersama malaikat yang mulia akhlaqnya lagi banyak berbuat baik.”

(HR. Bukhāri dan Muslim)

Dan diantara kebaikan malaikat bahwasanya mereka banyak mendo’akan kebaikan bagi orang-orang yang beriman.

Allāh berfirman:

هُوَ الَّذِي يُصَلِّي عَلَيْكُمْ وَمَلَائِكَتُهُ لِيُخْرِجَكُمْ مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّورِ ۚ وَكَانَ بِالْمُؤْمِنِينَ رَحِيمًا

“Dialah Allāh yang memuji kalian dan demikian malaikatNya mendo’akan kebaikan untuk kalian supaya Dia mengeluarkan kalian dari kegelapan-kegelapan menuju cahaya. Dan Dia Allāh sangat sayang kepada orang-orang yang beriman.”

(Al-Ahzāb 43)

Demikian pula firman Allāh ‘Azza wa Jalla:

الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْش وَمَنْ حَوْله يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبّهمْ وَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ (٧) رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدْتَهُمْ وَمَنْ صَلَحَ مِنْ آَبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ (٨) وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَنْ تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ (٩)

“Dan malaikat-malaikat yang memikul ‘Arsy dan malaikat-malaikat yang ada di sekitar ‘Arsy bertasbih dengan memuji Rabb mereka dan beriman dengan Allāh dan memohonkan ampun untuk orang-orang yang beriman. Mereka berkata: ‘Wahai Rabb kami, sungguh, rahmat dan ilmuMu meliputi segala sesuatu maka ampunilah dosa bagi orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalanMu dan jagalah mereka dari adzab neraka. Wahai Rabb Kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga Adn yang telah Engkau janjikan bagi mereka dan orang-orang yang shālih diantara bapak-bapak mereka, istri-istri mereka dan keturunan mereka. Sesungguhnya Engkau Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. Dan jagalah mereka dari kejelekan-kejelekan. Dan barangsiapa yang Engkau jaga pada hari itu dari kejelekan maka sungguh Engkau telah merahmatinya dan itulah keberuntungan yang besar’.”

(Ghāfir 7-9)

Dan diantara kebaikan mereka (adalah) syafa’at mereka untuk orang-orang yang bertauhid.

Allāh Subhānahu wa Ta’āla berfirman:

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يَشْفَعُونَ إِلَّا لِمَنِ ارْتَضَىٰ وَهُم مِّنْ خَشْيَتِهِ مُشْفِقُونَ

“Allāh Subhānahu wa Ta’āla mengetahui amalan mereka (yaitu para malaikat) yang sudah berlalu maupun yang akan datang. Dan mereka tidak memberikan syafa’at kecuali bagi orang yang Allāh ridhai dan mereka takut kepada Allāh.”
(Al-Anbiyā 28)

Itulah yang bisa kita sampaikan pada halaqah kali ini dan sampai bertemu pada halaqah selanjutnya.

والسلام عليكم ورحمة اللّه وبركاته

‘Abdullāh Roy
Di kota Al-Madīnah

Materi audio ini disampaikan di dalam Grup WA Halaqah Silsilah ‘Ilmiyyah (HSI) ‘Abdullāh Roy